INVESTASI
Kusumandaru, Rini Soemarno. (humas ptpn7/dok)
27/5/2015 20:53:29
2614

PTPN VII Dukung Pembangunan Jalan Tol

Harianlampung.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII mendukung pembangunan jalan tol Trans Sumatera (JTTS) yang memanfaatkan lahan milik perusahaan.

“Silakan lahan PTPN VII dimanfaatkan untuk pembangunan jalan tol,” kata Direktur Utama PTPN VII Kusumandaru N.S., ketika menyambut kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di lokasi groundbreaking pembangunan jalan tol Trans Sumatera (JTTS) di Desa Sabahbalau, Jatiagung, Lampung Selatan, Rabu (27/5).

Menurutnya, lahan PTPN VII yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan tol di Sabahbalau sepanjang 2,9 kilometer. “Kami mengupayakan proses pembebasan lahan tersebut secepatnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan,” ujar Kusumandaru.

Sementara Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan kunjungan kali ini untuk memastikan agar pembangunan jalan tol berjalan lancar dan tidak ada kendala. Menurutnya, jika ada hambatan akan langsung dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

"Kita berkomunikasi secara terbuka, dan hari ini  dihadirkan semua, ada Sekretaris Provinsi Lampung Arinal Djunaidi, Kepala BPN Lampung Iing Sarkim, Direktur Utama PTPN VII Kusumandaru, dan Direktur Hutama Karya. Jika ada kendala mari kita bicarakan bersama," paparnya.

Rini mengaku mendapatkan laporan bahwa ada masalah terkait pembebasan lahan untuk pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar. “Kita mendapat informasi bahwa pembebasan lahan ada masalah. Untuk itu perlu ada langkah cepat untuk mengondisikan agar lancar," jelas dia.

Ditegaskan Menteri BUMN bahwa Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Palembang selesai pada Juni 2018. "Ya target kitaTol Bakauheni tembus ke Palembang selesai pertengahan 2018," kata dia.

Untuk mempercepat pembangunan JTTS, Kementerian BUMN bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpupera) akan mengambil langkah-langkah nonkonvensional. "Ini dilakukan agar kita bisa mengejar target waktu yang kita tetapkan," tegas dia.

Untuk itu, dia mengharapkan agar tim persiapan pembebasan lahan yang dibentuk Pemprov Lampung bergerak cepat untuk menentukan penetapan lokasi (panlok). “Lahan di Sabahbalau ini sepanjang 2,9 kilometer milik PTPN VII ini pun belum ada panloknya. Kami minta segera dibuat dan dikirim ke Kemenpupera," imbuhnya.

Menurutnya, panlok jalur tol tersebut nantinya akan diserahkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung, untuk mengukur ulang subjek dan objek lahan. "Lahan PTPN VII juga akan diukur, nanti BPN akan menghitung batang karet yang akan ditebang untuk mendapatkan ganti rugi," terangnya.

Untuk masalah ganti rugi, lanjutnya, pemerintah pusat sudah memiliki tim independen penilai harga. Namun,  dia belum bisa menyebutkan siapa saja yang berada di tim tersebut. "Sudah terbentuk, nanti setelah BPN mengukur ulang, baru tim ini turun," tandasnya.
( rls/nur/mf/eh)