INVESTASI
Ilustrasi (harlam/dok)
09/12/2014 21:40:16
2255

Bandarlampung Tanam Ribuan Pohon

Harianlampung.com - Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanakbunhut) Kota Bandarlampung melakukan penanaman 37.525 pohon, Selasa (9/12).

Dari jumlah itu, sebanyak 25 ribu bibit diperuntukkan kebun rakyat, 4.425 untuk penghijauan lingkungan, 7.500 untuk Dinas Kehutanan Provinsi, dan 600 bibit untuk Dinas Pertanian Provinsi.

"Kegiatan ini untuk mendukung pemerintah pusat di tahun 2014, jumlah bibit yang telah dan akan kita tanam sebanyak 37.525 batang," kata Kepala Distanakbunhut Bandarlampung, Agustini, Selasa (9/12).

Pernyataannya tersebut disampaikan dalam kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) serta Gerakan Perempuan dan Pelihara Pohon (GPTPP) tahun 2014 di Tirtayasa Center (Lapangan Plawi) Jalan Tirtayasa, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame.

Agustini mengatakan, kegiatan kali ini bertemakan, "Hutan lestari untuk mendukung kedaulatan pangan, air, dan energi terbarukan".

Pemilihan tema ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat ikut membangun ekosistem hutan yang akan meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik. Sekaligus menyediakan bahan baku bagi industri kehutanan dan menyerap karbondioksida di udara dalam rangka ikut berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.

Agustini menjelaskan, kegiatan ini pun bertujuan sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan, dan kemandirian seluruh komponen akan pentingnya menanam dan memelihara pohon.

"Kemudian bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan hutan guna mencegah longsor dan banjir di musim penghujan," ujarnya.

Dirinya menambahkan, total keseluruhan jumlah tanaman yang sudah ditanam Pemkot Bandarlampung dari tahun 2010-2014 sebanyak 1.306.400 batang. "Penanamannya menyebar di seluruh kecamatan," kata Agustini.

Sementara itu, Walikota Bandarlampung Herman HN turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia berharap, masyarakat dan semua pihak, termasuk pelaku usaha untuk terus menanam dan memelihara pohon dalam rangka membangun ekosistem hutan melalui rehabilitasi dan lahan.

"Dan saya akan memberi sanksi untuk siapapun yang menebang pohon tanpa seizin kita, orang itu akan kita denda Rp 100 juta per pohon. Ini bagaimana untuk kedepannya agar pohon ini terpelihara dan terjaga," kata Herman.
(andi/mf)