INVESTASI
Ancala Egah (bayu/harlam)
12/12/2014 08:07:25
2944

2015, Kuota LPG Lampung akan Bertambah

Harianlampung.com - Tahun 2015 mendatang, kuota Liquid Petrolium Gas (LPG) untuk Lampung akan bertambah menjadi 156 ribu metrik ton (MT). Penambahan tersebut sebesar 24 ribu MT dari tahun 2014 yang berjumlah 132 ribu MT.

 Penambahan kuota ini untuk mengatasi kelangkaan LPG yang sering dialami oleh masyarakat, terutama  untuk ukuran tabung 3 kilogram (Kg).

Sales Markering Excekutif LPG Bandarlampung, Ancala Egah mengatakan, kebutuhan   LPG di Lampung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Dari  tahun 2012 ke 2013 ada penambahan LPG sebesar 22 persen dari realisasi 9,11 MT. Kemudian,  dari tahun 2013 ke 2014 meningkat menjadi  20 persen  atau108,433 MT.

“Peningkatan permintaan LPG ini, karena bertambahnya jumlah penduduk dan pelaku usaha kecil dan menengah (UMK),” jelas Ancala di Ruang Sungkai, Balai Keratun, Kamis (11/12).

 Dia menjelaskan , untuk provinsi Lampung penggunaan LPG  tabung 3 Kilogram,  paling banyak ada di Kota Bandarlampung dan Metro. Ini karena,  kepadatan penduduk dan pelaku usaha di dua kota  lebih tinggi dibanding kabupaten lainnya. 

"Selain itu, petani dan nelayan saat ini banyak yang menggunakan gas untuk mesin pompa air, serta pengalihan konsumsi dari  tabung ukuran 12 kilogram  ke tabung 3 kilogram. Perbandingannya cukup besar, pengguna gas  tabung 12 kilogram  hanya 10 persen. Selebihnya masyarakat menggunakan gas tabung 3 kilogram ,” terangnya.

Ancala melanjutkan, naik atau turunya permintaan LPG di Lampung dipengaruhi oleh beberapa hal.  Salah satunya  kondisi sosial di masyarakat. "Kalau lagi musim hajatan,  biasanya permintaan menjadi tinggi, hingga  menimbulkan kelangkaan,"jelasnya . 

Untuk harga eceran terendah (HET), kata Ancala, sejak tahun 2007 harga yang dikeluarkan oleh Pertamina belum mengalami perubahan, yaitu sebesar Rp11.580.

Menurutnya, jika ada perbedaan harga antara kabupaten/kota,  itu disebabkan  faktor  jarak tempuh, kondisi alam dan lain-lain, sehingga harga lebih tinggi.

Sementara Kepala Bidang Migas, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung, Muhammad Sapuan mengatakan,  untuk pengawasan tindakan kecurangan atau agen-agen nakal, pihaknya berharap agar kabupaten/kota lebih pro aktif  memberikan tindakan.

"Tugas kita hanya meninjau ada kekurangan atau tidak. Pengawasan hendaknya dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Kalau ada permasalahan konsumsi atau kelangkaan, Distamben akan berkoordinasi dengan Pertamina,” terangnya. 
(bayu/mnz/mf)