KAWASAN
Jalan rusak 10 km. (sulistiyo/harlam)
13/12/2014 17:45:46
1986

Jalan Penghubung Dua Kabupaten Rusak Parah

Harianlampung.com - Ruas jalan raya provinsi yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu  dengan Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, rusak parah. Panjang badan jalan  yang rusak  mencapai sekitar 10 kilometer.

Berdasarkan pantauan harianlampung.com, Sabtu (13/12) titik kerusakan mulai terlihat dari Jalan  KH. Gholib, Pringsewu Utara hingga memasuki wilayah Pekon (desa) Podosari Kecamatan Pringsewu. Titik kerusakan juga terlihat di wilayah Pekon Sukoharjo, Keputran, Waringinsari Barat, hingga Pekon Bandungbaru dan Waykrui Kecamatan Adiluih yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.

Titik kerusakan paling parah berada di sekitar Jembatan Way Sekampung, perbatasan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Pajang kerusakan jalan di sekitar jembatan Way Sekampung mencapi sekitar 1 kilometer. Akibatnya hampir setiap hari, arus lalu lintas di daerah tersbut mengalami kemacaten.Terlebih lagi, saat musim hujan. 

Pengemudi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, harus antre dan ekstra berhati-hati  untuk menghidari lubang yang menganga hampir di seluruh badan jalan. "Kerusakan ini sudah lama terjadi, tapi hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah," kata Sarmin (40) seorang pengemudi truk yang hendak melintas di jembatan Way Sekampung.

Sarmin juga mengaku khawatir setiap kali hendak melintasi jembatan tersebut. "Saya khawatir terjadi kecalakan, karena menghindari lubang-lubang besar. Padahal , kondisi jalan di jembatan itu  menanjak dan sedikit menikung," ungkapnya.

Syamsuri, seorang warga yang tinggal di sekitar jembatan Way Semkapung mengatakan, warga sudah sering bergotong- royong menimbun lubang-lubang badan jalan di bibir jembatan tersebut. "Sudah sering kita timbun pakai tanah sabes, tapi selalu kembali rusak," kata Syamsuri.

Menurut Syamsuri, sering terjadi kecalakaan lalu lintas di lokasi itu. "Kalau kecelakaan sih, sering sekali. Terutama pengemudi sepeda motor yang jatuh, karena  berusaha menghindari lubang," tuturnya. Bahkan, lanjut dia, kendaran roda empat jug sering mengalami pecah ban  ketika hendak melitas di jalan itu. 

"Hampir seluruh lapisan aspal di badan jalan ini sudah terkelupas. Banyak batu tajam yang menyembul di badan jalan. Batu-batu  itu yang bikin ban mobil sering pecah. Kalau ada mobil pecah ban di sini, bahaya. Apa lagi, kondisi jalan menanjak dan sedikit menikung," terangnya.      

Warga dan pengemudi kendaraan berharap, pemerintah Provinsi Lampung segara memperbaiki jalan tersebut.
(sulistiyo/mnz/mf)