KAWASAN
Mukhlis Basri (Helmi/dok)
16/10/2014 19:39:16
9422

Bupati Lampung Barat Panen Perdana Padi Mekongga

Harianlampung.com - Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri panen perdana padi jenis mekongga yang dibudidayakan petani anggota Kelompok Tani P3A Way Warkuk, Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau. 

"Swasembada pangan sulit dicapai tanpa ketersediaan bibit unggul," ujar Mukhlis, yang menyambut gembira keberhasilan petani di Lampung Barat mengembangkan padi Mekongga. 

Di sisi lain, swasembada pangan juga terkendala oleh kebiasaan petani yang enggan menggunakan bibit padi varietas unggul. Banyak petani yang menggunakan bibit asalan dan tidak teruji kualitasnya. "Bibit yang digunakan tahun lalu, disebar lagi tahun ini. Ini jelas keliru," ujarnya.

Untuk itu, Mukhlis mengajak petani untuk berpikir maju dalam melakukan usaha tani. "Tidak lagi menggunakan pola pikir dan cara-cara tradisional jika ingin maju dan meraih swasembada pangan. Gunakan bibit padi varietas unggul yang teruji dan lulus sertifikasi," ujarnya lagi.

Menurut dia, kelompok tani, BP4K, PPN, dan seluruh masyarakat perlu aktif melakukan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan bibit varietas unggul, mengikuti pelatihan dan perkembangan di bidang pertanian. 

Persoalan lain yang dihadapi dalam meraih swasembada pangan, menurut Bupati Lampung Barat itu adalah ketersediaan air. Kemarau panjang yang membuat persediaan air menurun, perlu diatur penggunaan agar mencukupi. 

Ia menyampaikan penghargaan kepada petani yang berhasil panen padi pada musim kemarau. Ini membuktikan P3A di daerah itu sukses mengelola penggunaan air. Hal ini juga tidak terlepas dari kesadaran petani untuk maju dan sukses bersama dalam melakukan usaha pertanian.

Kendati demikian, Mukhlis mengingatkan masyarakat Lampung Barat untuk menjaga sumber air dengan cara melakukan penghijauan. "Daerah sumber air yang gundul, harus dihijauan kembali," tegasnya.

Untuk itu, program Hutan Kemasyarakatan yang diluncurkan pemerintah bertujuan mengembalikan dan menjaga sumber-sumber air. Dalam program ini, ia menjelaskan, masyarakat diperbolehkan menanam kopi tetapi harus dibarengi dengan menanam tanaman yang berfungsi menyerap air. 

Hadir pada kegiatan itu antara lain Kepala Bidang Tanaman Pangan  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Lampung Eko Diah, Wakil Bupati Makmur Azhari, Kadis Pertanian Amirian, para petani dan Sukau.
(mf/dir/das)