KAWASAN
Kabupaten Lampung Timur (dedi/dok)
17/10/2014 15:17:49
21175

Lampung Timur: Pariwisata, Perkebunan dan Minyak

Harianlampung.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999. Wilayah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Tengah yang peresmiannya dilakukan pada 27 April 1999 dengan pusat pemerintahan/ibukota Sukadana.

Wilayah Lampung Timur terdiri dari Kecamatan Sukadana, Labuhan Maringgai, Jabung, Batang Hari, Sekampung, Pekalongan, Way Jepara, Purbolinggo, Raman Utara, Metro Kibang, Marga Tiga.


Selanjutnya kecamatan Sekampung Udik, Batang Hari Nuban, Bumi Nabung, Bandar Sribawono, Mataram Baru, Melinting, Gunung Pelindung, Pasir Sakti, Waway Karya, Labuhan Ratu, Way Bungur, Marga Sekampung.

Secara geografis, Kabupaten Lampung Timur terletak pada posisi : 105015' BT-106020'BT dan 4037'LS -5037' LS. Kabupaten Lampung Timur memiliki luas wilayah kurang lebih 5.325,03 KM2 atau sekitar 15% dari total wilayah Provinsi Lampung.


Secara administratif Kabupaten Lampung Timur berbatasan dengan: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Rumbia, Seputih Surabaya, dan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, serta Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang.

Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa, Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Bintang, Ketibung, Palas, dan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bantul dan Metro Raya Kota Metro, serta Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.


Dari segi Tofografi, dapat dibagi menjadi lima daerah: Pertama, daerah berbukit sampai bergunung terdapat di Kecamatan Jabung, Sukadana, Sekampung Udik, dan Labuhan Maringgai.

Kedua, daerah berombak sampai bergelombang, yang dicirikan oleh bukit-bukit sempit, dengan kemiringan antara 8% hingga 15% dan ketinggian antara 50-200 Meter diatas permukaan laut (dpl).

Ketiga, daerah dataran alluvial, mencakup kawasan yang cukup luas meliputi kawasan pantai pada bagian timur dan daerah-daerah sepanjang sungai way Seputih dan Way Pengubuan. Ketinggian kawasan tersebut berkisar antara 25-75 Meter dpl dengan kemiringan 0-3%.


Keempat, daerah rawa pasang surut disepanjang pantai timur dengan ketinggian 0.5-1 Meter dpl. Kelima, daerah aliran sungai (DAS) yaitu, Seputih, Sekampung dan Way Jepara.

Iklim Kabupaten Lampung Timur berdasarkan Smith dan Ferguson termasuk dalam kategori iklim B, yang dicirikan oleh bulan basah selama 6 bulan yaitu Desember-Juni dengan temperatur rata-rata 24-340C. Curah hujan merata tahunan sebesar 2000-2500 mm. Sedangkan menurut Oldeman (1979), iklim Kabupaten Lampung Timur temasuk tipe C2 dengan jumlah bulan basah 5-6 bulan dan bulan kering 2-3 bulan.


Dari aspek Geologi, wilayah kabupaten ini dapat digolongkan kedalam empat jenis struktur: 1.Endapan permukaan yang sebagian besar terdapat di sepanjang timur. Wilayah ini terdiri dari dataran rawa dan pasang surut yang terbentuk dari sediment holosen yang mengandung liat marine, endapan sungai dan rawa, serta endapan pasir pantai.

2.Batuan gunung api yang meliputi hampir seluruh wilayah Kabupaten Lampung Timur, terdiri dari endapan gunung api (Qhw), tufa Lampung (Qlv), dan andesit tua (Tov). Batuan-batuan ini membentuk tanah latasol dan padsolik yang memiliki tingkat kesuburan tanah rendah.


3.Batuan sedimen, sebagian besar terdapat di bagian utara dan selatan wilayah Kabupaten Lampung Timur. 4. Batuan Beku, banyak terdapat di bagian selatan Kabupaten Lampung Timur.

Kabupaten Lampung Timur dibagian pesisirnya memiliki tiga pulau: Pulau Segama, Pulau Batang Besar dan Pulau Batang Kecil yang memiliki potensi kandungan minyak bumi.

Tiga pulau penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar yang berbatasan dengan kepulauan seribu, Jakarta pernah diklaim milik DKI Jakarta.Ketiga pulau ini dapat dicapai melalui Labuhan Maringgai.


Perut bumi wilayah Lampung Timur itu ternyata memiliki kandungan minyak cukup besar. Sesuai peraturan, wilayah ini memperoleh bagian dari hasil eksplorasi tambang minyak lepas pantai, setiap tahun.Tak kurang dari Rp149,7 miliar dana dari bagi hasil eksploitasi minyak bumi masuk ke kas Pemkab Lampung Timur.

Walaupun pembagian hasil dianggap masih belum maksimal, penerimaan dari sektor itu terhitung cukup besar. Setidaknya memberi kontribusi sangat berarti dalam rangka menunjang pembiayaan pembangunan kabupaten di Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Timur.

Tambang minyak bumi di wilayah lepas pantai timur Labuhan Maringgai, sebenarnya sudah dilakukan sejak 1970.Awal usaha penambangan di sekitar Pulau Segama dilakukan YPF Maxus Southeast Sumatera. Setelah melaksanakan kegiatan penambangan kurang lebih 30 tahun, YPF Maxus mengalihkan kegiatan penambangan atau eksploitasi minyak bumi itu ke CNNOC (China National Oil Ofsoard Corporation), sekaligus pemegang saham mayoritas.


Namun, Kabupaten Lampung Timur baru mendapat bagi hasila sejak Tahun 2000. Berdasarkan SK Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No.357/K/80/MEM/2001, Lampung Timur mendapat bagian 1,9 juta barel atau senilai Rp20,4 miliar. Sedangkan untuk kabupaten/kota lainnya di seluruh Lampung mendapat bagian yang sama masing-masing Rp13,4 miliar.

Pada Tahun 2002, dana bagi hasil untuk Kabupaten Lampung Timur meningkat menjadi Rp39 miliar (4,428 juta barel). Kemudian untuk kabupaten/kota lainnya di provinsi Lampung masing-masing mendapat Rp15,476 miliar. Pada Tahun 2003 Lampung Timur mendapat bagian Rp42 miliar. Sementara kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung, masing-masing mendapat Rp12,256 miliar.

Sementara untuk pengembangan sektor agribisnis, wilayah ini memiliki potensi lahan sawah 54.981 Ha, lahan kering : 141.474 Ha dengan komoditas unggulan antara lain padi, jagung, ubi kayu serta buah-buahan seperti rambutan, durian, pisang.


Disektor perkebunan dan kehutanan, ada potensi lahan perkebunan seluas 43.227 Ha, Hutan Produksi seluas 45.115,09 Ha. Komoditas utama sub Sektor Perkebunan adalah Lada Hitam, Kakao, Kelapa dalam, Kopi, Kelapa hibrida, dan Vanili. Sementara komoditas unggulan sub sektor Kehutanan adalah Jati, Sengon, Mahoni, Jati Putih, Sarang burung Walet dan penangkaran Lebah madu.

Disektor kelautan, Kabupaten Lampung Timur memiliki potensi laut seluas 108 Km x 4 mil ( 1 mil = 1,852 Km) = 200.016 Km. Bisa dipergunakan untuk sektor Perikanan seluas 22.548,05 Ha dan Tambak Rakyat seluas 8.000 Ha.


Way Kambas

Disektor Pariwisata ada satu lokasi unik, yakni Suaka Rhino Sumatera (SRS), sebuah kegiatan penangkaran khusus bagi satwa Badak Sumatera (Direcorhinus Sumatrenis) yang dibangun di dalam kawasan habitat asli badak Sumatera, yang berada dalam area Taman Nasional Way Kambas.

Badak Sumatera yang ada di SRS memperoleh makanan, yang dilengkapi dengan lingkungan seperti areal kubangan, dan unsur-unsur kehidupan lain yang benar-benar alami. Badak Sumatera menjadi badak terlangka dan terancam punah.


Taman Nasional Way Kambas utamanya merupakan pusat konservasi Gajah. Suaka alam dataran rendah dengan luas lebih kurang 126.000 hektar, dapat dicapai 2 jam berkendaraan dari kota Bandar Lampung. Sepanjang jalan akan melintasi daerah perkebunan Bergen dan Situs Purbakala Pugung Raharjo, perkebunan lada, perkampungan asli Lampung Desa Wana serta persinggahan Way Curup.

Pusat Latihan Gajah terletak di Desa Karangsari atau 9 km dari Plang Ijo, yaitu Pintu Gerbang Taman Nasional Way Kambas dengan jalan aspal yang juga merupakan batas wilayah Taman Nasional dengan perladangan penduduk. Arena pertunjukan gajah menampilkan pertunjukan menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak, melangkahi orang, bermain bola.


Wisatawan bisa menikmati safari gajah, foto hunting, naik kereta gajah. Resort Way Kanan, termasuk dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari Pintu Gerbang (Plang Ijo). Di sepanjang jalan itu pengunjung yang beruntung akan dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas di jalan. Way Kanan adalah surga bagi pencinta alam dikarenakan flora dan faunanya. Wisatawan dapat melakukan Tracking di hutan rimba atau berperahu motor kehulu atau hilir sungai untuk mengamati Flora dan Fauna dengan dipandu petugas.

Taman Purbakala

Situs Pugung Raharjo ditemukan oleh penduduk secara tidak sengaja pada tahun 1957. Luas area tersebut sekitar 30 hektar. Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan zaman megalitik (batu besar), berupa benda-benda peninggalan Hindu-Budha (klasik tengah) seperti Arca Batu, Prasasti, Batu Berlubang, Menhir, Punden Berundak, Keramik lokal maupun Asing (Dinasti Han, Yuan, Sung dan Ming), sebuah Arca type Polynesia tersimpan pada site museum yang di bangun di sekitar komplek situs.

Sebuah Benteng parit primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs. Diduga dahulunya berisi air yang berasal dari sumber air disisi Timur, yang konon menurut cerita air tersebut bila di pakai mandi dapat membuat awet muda. Obyek Wisata ini terletak di Kecamatan Sekampung Udik dengan jarak tempuh sekitar 40 km dari Kota Bandar Lampung.


Taman Wisata Tirta Swadaya

Taman Wisata Tirta Swadaya terletak di desa Gondong Rejo, Pekalongan. Letak objek wisata Swadaya cukup strategis, hanya berjarak 1,4 km dari jalan umum jurusan Metro menuju Sukadana.

Disini cukup banyak aktiftas yang dapat dilakukan, seperti kemah wisata, pertemuan di pesanggrahan, wisata alam, memancing dan berolahraga pagi. Dilengkapi beberapa fasilitas, seperti pesanggrahan wisata, pondok santap, mainan anak-anak, dan perahu air.

Pesona Pantai 

Labuhan Maringgai merupakan salah satu kecamatan yang terletak di ujung pesisir Kabupaten Lampung Timur. Labuhan Maringgai mempunyai potensi wisata alam yang cukup menarik untuk dikembangkan, salah satunya adalah wisata pantai. Kecamatan Labuhan Maringgai mempunyai banyak pantai, diantaranya Pantai Kuala Penet, Pantai Kuala Bom, Pantai Cemara, Pantai Prunas, dan Pantai Bandar Negeri Ujung yang kerap disebut Bandung.

Arti Lambang

Perisai Bersegi Lima :Keberanian dan ketangguhan / kokoh mempertahankan nilai prinsip / filosofi, citra, identitas, dan kehormatan.

Warna Putih : Warna putih diantara garis hitam membentuk batas pinggir perisai mempunyai makna dua sisi kehidupan, dunia dan akhirat yang sejajar.

Tulisan Lampung Timur : Warna putih dengan warna dasar merah, bermakna bahwa masyarakat Lampung Timur selalu berani membela kebenaran guna tercapainya kehidupan yang suci. Warna Hijau terang bermakna kemakmuran, warna Kuning bermakna keagungan, warna Hitam bermakna tanah yang subur dan kokoh.

Apabila warna-warna itu disatukan akan menggambarkan bahwa daerah Lampung Timur memiliki tanah yang subur untuk ditanami berbagai tanaman yang dapat menciptakan kemakmuran demi tercapainya perekonomian yang agung.

Payung Agung : warna Putih menancap hingga ke atas permukaan laut bermakna bahwa seluruh kehidupan selalu dipayungi, diayomi dan dilindungi dari segala macam bentuk kezaliman dan kebatilan. Berisi 5, yakni Sila dari Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia dan lima nilai /filosofi adat masyarakat Lampung Timur yakni Piil Pasenggiri, Bejuluk Beadek, Nemui Nyimah, Nengah Nyapur, dan Sakai Sambayan. 17 merupakan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kopiah Emas: Merupakan pakaian kebesaran anak-anak raja di Lampung Timur;

2 (Dua) Senjata Punduk : 2(dua) senjata Punduk bersarung warna coklat yang berada di belakang kopiah emas dengan posisi bersilang dan gagang punduk berada di atas merupakan senjata pusaka masyarakat Lampung Timur yang cinta perdamaian.

Pepadum 2 (dua) Tatah : Pepadum warna coklat 2 (dua) tatah dengan kaki berbentuk seni kaki harimau merupakan tempat duduk Raja untuk musyawarah.

Air Berwarna Biru Laut : Air biru laut dengan 5 gelombang ; air biru laut melambangkan wilayah laut yang luas dan kaya sebagai sumber kesejahteraan bersama.

5 (lima) gelombang melambangkan lima aliaran sungai besar yang mengaliri Wilayah Lampung Timur yakni Way Sekampung, Way Batang Hari, Way Pegaduangan, Way curup, dan Way Jepara.

Roda Besi 5 (lima) Gerigi: Bermakna bahwa masyarakat Lampung Timur selalu siap membangun daerah dengan ilmu, Teknologi dan Industri yang tetap dalam koridor - koridor Pancasila.

Aksara Lampung Timur : Berbunyi BUMEI TUAH BEPADAN ditonjolkan sebagai pelambang kekayaan budaya Lampung sekaligus tekad terus dilestarikan dan dikembangkan.

Setangkai Padi : Setangkai padi kuning emas, berjumlah 45 butir, lambang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setangkai Lada : Setangkai Lada dengan 9 Tangkai lada merah matang, masing-masing tangkai dengan 9 butir lada, serta 27 daun yang terbagi dalam 4 kelompok daun, melambangkan kelahiran Kabupaten Lampung Timur Tanggal 27 April 1999.

Tali Delapan Ikat : Jumlah 8 merupakan lambang bukan Agustus sebagai bulan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pita Putih Teks Huruf Latin : Slogan BUMEI TUAH BEPADAN berarti daerah Lampung Timur merupakan daerah yang selalu memberikan kemakmuran bagi masyarakat apabila segala keputusan diambil melalui cara musyawarah untuk mufakat.

Apabila no 11, 12, dan 13 digabungkan akan mendapatkan makna bahwa Kabupaten Lampung Timur merupakan daerah Lumbung Pangan sekaligus daerah penghasil Lada hitam, sedangkan ikatannya menunjukan bahwa kehidupan masyarakat pribumi maupun pendatang hidup dalam suatu ikatan untuk mencapai kemakmuran dan perdamaian.

Pejabat Bupati

Hi. Muhamad Nurdin,SH (1999 - 2000), Ir.Hi. Irfan N.Djafar,CES (2000 - 2002), Hi. Bahusin MS (2002 - 2005), Syaiful Anwar,S.H. (2005 - 2005), Hi.Satono SH,SP.(2005 - 2009), Hi. Satono SH,SP. (2009 - 2011), Erwin Arifin, SH.,MH (2011 - 2014)
(ftu/red/bis)