KAWASAN
Chusnunia (polindonetwork/dok)
01/9/2015 19:07:33
831

Sistem Kampanye Ketat, Tim Chusnunia Siapkan Strategi

Harianlampung.com - Tim pemenangan pasangan Chusnunia Chalim - Zaiful Bokhari, Yandri Nazir siap mendukung penuh pasangan itu menjadi orang nomor satu di Kabupaten Lampung Timur, pada pilkada 9 Desember mendatang.

"Semua elemen masyarakat Kabupaten Lampung Timur, baik dari relawan, partai PKB dan Demokrat akan tampil secara all out untuk memenangkan pasangan Chusnunia Chalim - Zaiful Bokhari menjadi Bupati Lamtim periode 2016-2021 mendatang," tegas Yandri, Selasa (1/9).

Menurut dia, melihat ketatnya sistem kampanye yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mempunyai strategi, supaya apa yang kita lakukan dapat terukur sehingga lebih efisien dan efektif.

"Kita harus berhati-hati karena sanksinya berupa didiskualifikasi untuk pasangan calon kepala daerah. Jadi kita harus mempunyai strategi pemenangan yang matang, terukur, efektif dan efisien," ucapnya.

Untuk itu, dia akan menggerakan seluruh tim pemenangannya saat pemilihan legislatif 2014 lalu. "Kalau saya pribadi dari dapil Lamtim, di sana ada teman, tim dan kader. Jadi saya akan melakukan pemantapan suara yang saya punya sewaktu pileg kemarin untuk digerakan lagi untuk mendukung pasangan calon kepala daerah Chusnunia Chalim - Zaiful Bokhari," ujarnya.

Lanjut dia, setiap kader partai Demokrat memiliki tanggung jawab untuk mendukung calon kepala daerah yang diusung. "Kita akan keliling di Lamtim untuk menemui masyarakat di sana, mengajak untuk bisa memilih dan memenangkan kader maupun calon kepala daerah dari partai Demokrat," ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak setuju apabila ada calon kepala daerah yang menggunakan money politic. Sebab selain mendapat sanksi yang berat dan niat pemerintah melalui KPU supaya masyarakat bisa memilih calon kepala daerah yang memiliki kapasitas serta kapabilitas untuk memajukan daerah tersebut.

"Yang jelas money politik dilarang karena mempunyai sanksi berat, apabila ada pasangan calon kepala daerah yang melakukan money politik. Sebab, niat pemerintah melalui KPU supaya masyarakat benar-benar bisa memilih calon kepala daerah yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memajukan daerah tersebut," kata dia.

Untuk itu, lanjut dia,  kita akan memberikan pendidikan politik ke masyarakat. Karena partai Demokrat mempunyai motto, politik santun, politik bersih dan politik cerdas.

"Kalau pasangan calon kepala daerah sudah menggunakan money politic, berarti masyarakat memilih beliau karena uang, bukan karena kapasitas dan kapabilitas calon kepala daerah tersebut. Kemudian yang dirugikan siapa, sudah pasti masyarakat. Sudah pasti kepala daerah tersebut nantinya akan lebih mengutamakan utangnya di banding melakukan pembangunan daerah," tandasnya
(byu/mfn)