KAWASAN
Penyerahan sertifikat tahan kepada plasma PT KCMU
18/10/2014 21:54:13
6546

Tahun Ini, Sertifikat Lahan Plasma PT KCMU Selesai

Harianlampung.com - Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, N. Lingga Kusuma optimistis persoalan sertifikat lahan petani plasma PT Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU) selesai pada tahun 2014.

Lingga menyebutkan, sebanyak 147 sertifikat plasma PT KCMU sudah diserahkan kepada pemiliknya. Sisanya berjumlah 480 sertifikat masih dalam proses verifikasi. 

"Tinggal masalah teknis. Karena terkadang saat verifikasi, petani tidak datang. Tetapi kami optimistis, semua selesai tahun ini," ujarnya.

Menurut dia, proses penyelesaian sertifikat lahan milik plasma, memerlukan proses yang dilakukan bertahap. Saat ini sudah sampai tahap kelima dan perusahaan diminta segera menuntaskan kemudian diserahkan kepada petani di lapangan.

Konflik antara petani plasma dan perusahaan kepala sawit terbesar di Pesisir Barat itu sudah berlangsung lama. Petani selama sekitar 19 tahun menuntut perusahaan, PT KCMU, segera menyerahkan sertifikat lahan milik mereka. Namun, persoalannya berlarut-larut hingga memicu konflik antara plasma dan perusahaan.

Penjabat Bupati Pesisir Barat, Kherlani, menyatakan persoalan itu menjadi tugas pemerintah untuk menuntaskan. Pemda pun memediasi konflik antara petani dan perusahaan itu. Hasilnya, sejauh ini positif dengan sudah diserahkannya sebagian sertifikat lahan kepada petani.

Kherlani mengaku upaya yang dilakuka memang tidak sederhana. Menurut dia, ada saja pihak-pihak yang mengatasnamakan plasma KCMU hingga membuat konflik berkepanjangan. Namun, usaha yang dilakukan pemerintah setempat, terbukti memberikan hasil positif.

Data Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Pesisir Barat menyebutkan jumlah sertifikat petani plasma PT KCMU sebanyak 2.248 sertifikat. Dari jumlah itu, tercatat 627 sertifikat sudah dilunasi kewajibannya oleh petani plasma. 

Sedang 1.621 sertifikasi lainnya, petani belum menyelesaikan kewajibannya sehingga sertifikat masih ada di pihak perusahaan. Namun, kini sedang diverifikasi hutan-piutang petani untuk diproses sehingga bisa seluruh sertifikat diserahkan kepada pemiliknya.
(mf/imr/nad)