KAWASAN
Jembatan Waymincang (sulistiyo/harlam)
28/12/2014 14:01:14
1478

Baru Dua Tahun, Pondasi Jembatan Waymincang Ambrol

Harianlampung.com - Baru berusia dua tahun, Jembatan Waymincang 4 yang ada di Dusun Pampang Perda, Pekon Kedaung,  Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung , tak bisa lagi dilalui. Salah satu sisi pondasinya ambrol dengan  lubang berdiameter sekitar 3 x 1,5 meter.

Hujan deras yang turun terus-menerus sepekan silam, diduga sebagai penyebab ambrolnya satu sisi pondasi Jembatan Waymincang. Jembatan berukuran panjang 12 meter dengan lebar 2 meter itu, berbentuk hamparan gelagar baja yang di atasnya diberi papan spanel. 

Jembatan yang dibangun pada tahun 2012 menggunakan sumber dananya dari pemerintah melalui program PNPM-MP, itu pondasinya tidak kokoh. Sehingga tidak kuat menahan arus air sungai yang cukup deras, terutama pada saat musim penghujan. 

Menurut Kepala Pekon Kedaung, Bahtarim, Jembatan Waymincang 4 kini tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat. Pengguna sepeda motor pun harus berhati-hati melintas. Masyarakat secara swadaya menambal pondasi yang jebol dengan papan belahan batang kelapa. 

Rusaknya Jembatan Waymincang, menghambat aktivitas sekitar 300 kepala keluarga Dusun Pampang Perda, Pekon Kedaung. Warga kesulitan mengangkut hasil bumi, terutama komoditas perkebunan, ke pasar karena mobil tidak bisa melwati jembatan itu. Masyarakat terpaksa menggunakan jasa ojek sepeda motor yang ongkosnya lebih mahal. 

Untuk itu, masyarakat setempat mengharapkan kepada pemerintah daerah agar secepatnya memperbaiki jembatan yang nyaris putus itu dan membangun menjadi permanen dengan bangunan cor beton. Tidak seperti saat ini, jembatan menggunakan besi baja sebagai gelagar dan di atasnya menggunakan papan spanel.

"Saya yakin bila jembatan ini dibuat dengan cara dicor pasti akan kuat oleh terjangan air yang memang cukup deras, apalagi pada musim penghujan,"ujar Herizal warga setempat kepada harianlampung.com, Minggu 28/12).

Harapan yang sama juga disampaikan warga lain, Mashuri. Selain Jembatan Waymincang 4, hujan deras pekan lalu juga menyebabkan terjadinya longsor di lokasi tidak jauh dari jembatan itu. Longsor membuat sebagian badan jalan tertimbun tanah sehingga menghambat arus lalu lintas.

Dia menuturkan, masyarakat sudah bergotong-royong menyingkirkan tanah. Namun dataran yang lebih tinggi dari ruas jalan itu masih tetap sering longsor, apalagi dimusim penghujan seperti saat ini. 

"Saya harap pemerintah kabupaten agar dapat turun kelokasi agar bisa memberikan solusi yang terbaik," harapnya.  
(sulistiyo/mf)