KAWASAN
Ilustrasi (harlam/dok)
05/1/2015 20:39:23
1436

Daftar ke PDIP, Musa Ahmad Ngaku Seizin Partai

Harianlampung.com - Ketua DPC Partai Gerindra Lampung Tengah Riagus Ria, Senin (5/1) menyatakan tidak ada perintah atau larangan bagi kadernya untuk mendafkan diri dalam penjaringan calon kepala daerah di partai lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, Musa Ahmad, kader partai pimpinan Prabowo Sibianto di Lampung Tengah itu, mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Lamteng dalam penjaringan balon bupati yang digelar DPC PDI Perjuangan setempat.

"Itu kreasi individu, bisa juga langkah antisipasi yang bersangkutan agar mendapat dukungan dari banyak partai," kata Riagus kepada harianlampung.com, Senin (5/1).

Apalagi, menurut dia, jika mengacu aturan lama, Partai Gerindra Lamteng memiliki cukup kursi di parlemen untuk membentuk satu perahu (15 persen).

Tetapi ada kemungkinan pemberlakuan aturan baru, yakni 20 persen jumlah kursi di parlemen sebagai syarat membentuk satu perahu. Partai Gerindra juga terbuka untuk berkoalisi dengan partai-partai lain. "Memang kalau aturan baru yang digunakan, Gerindra kurang satu kursi," kata dia.

DPC Gerindra Lamteng belum membuka penjaringan calon kepala daerah karena belum ada instruksi pusat dan belum ada payung hukum yang jelas soal pilkada.

Namun saat ini, kadernya di DPRD Lampung Tengah Musa Ahmad, pada Senin (5/1) mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon bupati untuk pilkada di Partai PDI Perjuangan.

Menurut Musa Ahmad, pada penjaringan yang dilakukan PDI perjuangan,  pihaknya mengaku sudah mendapat dukungan dari Partai Gerindra setempat.

"Saya sebagai warga Lampung Tengah bersiapkan diri mencoba mendaftar di penjaringan PDIP. Pendaftaran ini, saya sudah izin kepada DPC dan DPD Gerindra. Alhamdulilah mereka mendukung," ujar Musa kepada wartawan.

Menurutnya, sampai saat ini Gerindra belum ada larangan kadernya mendaftar untuk calon bupati di partai lain. Jika memang ada larangan, paling tidak menjadi koalisi saat pilkada nanti.

"Kalau melihat kondisi, yang jelas bisa koalis kalau ada larangan dari partai untuk tidak mendaftarkan kepartai lain," kata dia lagi. 

(ferly/mf/eh)