KAWASAN
Apel Refleksi Akhir Tahun 2015 Rutan Krui. (eva/polindonetwork)
31/12/2015 11:26:49
470

Rutan Krui Bakal Direlokasi

Harianlampung.com - Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB, Krui Kabupaten Pesisir Barat Mulyoko mengatakan pada tahun 2016 akan mengejar target rencana relokasi rutan di atas lahan hibah pemerintah setempat.

"Berdasarkan penjelasan Pj (penjabat) Bupati Qudrotul Ikhwan, dalam beberapa kali koordinasi, akan disediakan lahan seluas tiga hektare untuk pembangunan rutan yang baru," ujar Kepala Rutan Klas IIB Krui, Pesisir Barat, Mulyono kepada harianlampung.com.

Usai apel refleksi akhir tahun 2015 di Gedung Serbaguna Rutan setempat, Kamis (31/12) pukul 08.00 WIB, Mulyoko menyatakan rencana relokasi rutan itu mulai menemukan titik terang.

Dikatakannya, saat ini Pemkab Pesisir Barat masih mengurus terkait penghibahan lahan, agar nantinya ketika lahan tersebut mulai dibangun tidak terjadi klaim lahan antara masyarakat dan pemkab.

"Selama ini sering kali terjadi sengketa lahan antara masyarakat dan pemerintah. Kini Pemkab Pesisir Barat fokus mengurus proses hibahnya agar benar-benar clear dan tidak menghambat proses pembangunan rutan ke depannya," katanya.

Setelah permasalahan lahan selesai, tahap berikutnya mengajukan ke Kemenkumham agar pembangunan Rutan Klas II B Krui bisa segera dilakukan, lanjut Mulyoko seraya mengaku belum tahu lokasi lahan untuk rutan tersebut.

Menurut dia, sebenarnya prototipe untuk pembangunan rutan klas IIB minimal di atas lahan seluas lima hektare. Namun dengan hibah lahan seluas tiga hektare tersebut sudah memadai daripada rutan sekarang yang luasnya tidak lebih dari setengah hektare.

Lahan untuk pembangunan rutan yang baru tersebut, meski diberikan oleh pemkab setempat namun masih berupa izin pinjam pakai dari Pemkab Pesisir Barat ke Kemenkumham. Kendati demikian, pegangannya kuat karena melibatkan pihak eksekutif dan legislatif. "Setelah lima tahun, baru bisa disertifikatkan atas nama Kemenkumham," paparnya.    

Mulyoko memperkirakan pembangunan rutan baru tersebut belum akan terbangun hingga tahun 2017. "Setelah rutan yang baru selesai dibangun, untuk peningkatan klas bisa saja dilakukan tergantung dari bagaimana volume penghuni dalam rutan tersebut nantinya," ujarnya.

Sementara saat memimpin apel refleksi akhir tahun, Mulyoko membacakan amanat Menkumham yang bertemakan introspeksi untuk kinerja yang lebih pasti. "Akhirnya kita sampai dipenghujung perjalanan Tahun 2015, saatnya kita berbenah diri untuk menyongsong Tahun 2016 dengan lebih pasti," katanya.

Untuk itu, dia mengajak bercermin dengan jernih agar cacat dan cela menjadi nyata. Selanjutnya memantaskan diri agar layak mengemban predikat sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang berdedikasi dan membawa solusi.

Apel yang digelar berdasarkan Surat Edaran Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham), nomor W9.UM.01-03-481 Tanggal 28 Desember 2015, itu seluruh peserta apel menggunakan pakaian hitam-putih.
(eva/mfn)