KAWASAN
Ilustrasi (harlam/dok)
15/1/2015 19:33:21
646

Antisipasi Gizi Buruk, Diskes Lamsel Siapakan Anggaran Rp450 Juta

Harianlampung.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan mencatat selama tahun 2014  terjadi 14 kasus gizi buruk di wilayah kabupaten setempat.

"Paling banyak di Kecamatan Ketapang. Ada 7 kasus gizi buruk yang terjadi di kecamatan ini selama tahun 2014. Sedangkan 7 kasus lainnya tersebar di sejumlah kecamatan," kata Sekretaris Dinas Kesahatan Lampung Selatan Ahmad Rodhi pada harianlampung.com di ruang kerjanya, Kamis (15/1).  

Menurut Ahmad Ridho, rata-rata kasus gizi buruk tersebut dialami anak di bawah usia lima tahun (Balita). "Kebanyakan kasus ini dialami Balita. Ini terjadi saat ibu menghentikan pemberian ASI pada bayi. Sementara asupan makanan pengganti ASI yang diberikan pada bayi tidak mencukupi," terangnya.

Selain itu, lanjut dia, tidak semua kasus gizi buruk disebabkan kekurangan asupan makanan, namun ada juga yang disebabkan penyakit tertentu.

Untuk mengantispasi terulangnya kasus gizi buruk tersebut, Dinkes Lampung Selatan akan memberdayakan kader kesehatan ditiap desa."Senin depan (91/1) kita akan menggelar sosialisasi pencegahan gizi buruk untuk kader kesehatan di tiap desa. Kita juga akan melakukan penanganan secepatnya jika masih ditemukan kasus gizi buruk," ungkapnya.

Dia menghimbau masyarakat terutama yang memiliki balita, harus memberikan asupan makanan dengan kandungan kalori dan protein yang cukup, minimal selama 90 hari.

Terkait anggaran untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanganan dan antisipasi gizi buruk, tahun ini Pemkab Lampung Selatan menggarakan dana sebesar Rp450juta. "Anggaran Rp450 juta itu, peruntukanya di bagi-bagi seperti pelatihan kader, sosialisasi, pembinaan keluarga gizi, posyadu tumbuh kembang aktif," jelas Ahmad Ridho.

Terpisah, Ketua Fraksi Golkar DPRD Lampung Selatan Ahmad Muslim, menanggapi banyaknya kasus gizi buruk di Kecamatan Ketapang pada 20014 mengatakan, segera melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan puskesmas setempat. "Kita akan koordinasi dengan kecamatan dan puskesmas untuk mengantisipasi agar kasus ini tidak kembali terulang," kata Muslim yang berasal dari Daerah Pemilihan Kecamatan Ketapang ini.
(supradianto/mnz/eh)