KAWASAN
Ilustrasi (harlam/dok)
23/1/2015 18:02:22
2853

Kejaksaan Negeri Kotabumi Dapat Ancaman Bom

Harianlampung.com - Jumat (23/1) pagi, Kejaksaan Negeri  (Kejari) Kotabumi, Lampung Utara mendapat pesan singkat (SMS ) gelap yang berisi ancaman bahwa di kantor itu telah ditaruh  bom dan akan diledakan.

Pesan singkat itu diterima Doni, staf  di kantor itu pada pukul 10.00 WIB.  "Saya menerima SMS pagi sekitar jam 10-an, isinya bernada ancaman  diledakan  bom di kantor. Saya terkejut dan langsung melapor  ke atasan dan langsung dilaporkan ke kepolisian," kata Doni kepada harianlampung.com, Jumat (23/1).

Puluhan aparat kepolisian dari  Gegana Brimob langsung mengamankan  kantor tersebut dengan  memasang pembatas (police line) di depan kantor kejaksaan.

Petugas langsung menyisir kantor kejaksaan dan juga rumah  dinas  Kajari hingga sore ini. Tapi,  hasilnya nihil,  tidak ditemukan  bom atau bahan peledak sebagaimana ancaman yang didapat.

Kabag Ops Polres Lampura Syahrul Rambe, mengatakan , pihaknya menerima  laporan dari  Kejaksaan Negeri Kotabumi tentang adanya ancaman  bom.

"Kami langsung menindaklanjutinya dengan  menurunkan Tim Gegana penjinak  bom  dari Brimob Polda. Tim tersebut  telah melakukan penyisiran di setiap sudut kantor kejaksaan dan juga rumah  dinas  Kajari," kata dia.

Menrut Syahrul, polisi tidak menemukan  bom  atau bahan  peledak sebagaimana yang diancamkan. Tapi, polisi tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan buruk dengan tetap menjaga lokasi kantor, juga rumah dinas Kajari.

Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Kotabumi  Idrus mengatakan, stafnya SMS gelap tersebut sampai tiga kali. "Karena itu, kami  langsung melaporkannya ke polisi,  kami sempat menghubungi kembali nomor yang mengirim SMS tersebut, tapi sudah tidak aktif lagi," ujarnya. 
Idrus menambahkan, pihaknya sudah menyerahkan nomor  gelap telepon tersebut kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

Ditanya apakah ada kaitannya teror tersebut dengan kasus yang ditangani saat ini. Salah satunya kasus yang melibatkan elit, Idrus enggan berspekulasi.

"Soal itu saya tidak tahu, tapi yang jelas baru kali pertama ini  kejaksaan  mendapat teror," ujarnya.
(ysn/riz/eh)