KAWASAN
Banjir bandang Pesawaran. (dody/harlam)
25/1/2015 21:35:58
1366

Banjir Kiriman Rendam 30 Hektar Sawah di Pringsewu

Harianlampung.com - Dampak musibah banjir bandang yang merendam 7 desa di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Jumat malam (23/1) ternyata  dirasakan para petani di Kabupaten Peringsewu.

Sedikitnya  30 hektar lahan persawahan di Pekon (desa) Parerejo Kecamatan Gadingrejo, ikut terendam luapan air Sungai Waymindi  yang mengalir dari wilayah Kabupaten Pesawaran.

Luapan air bercampur lumpur ini juga merendam puluhan pekarangan rumah di pekon tersebut. "Luas lahan persawahan yang terendam banjir ini, sekitar 30 hekatar. Selain itu ada  40 kepala keluarga yang pekarangan rumahnya ikut terendam," kata Camat Gadingrejo, Suprayogi  kepada  harianlampung.com, Minggu (25/1).  

Munurut Suprayogi,  banjir yang merendam lahan persewahna itu merupakan luapan air sungai  Waymindi di wilayah Kabupaten Pesawaran. "Bisa dibilang ini banjir kiriman, karena pada Jumat malam (24/1) di wilayah Kecamatan Gadingrejo tidak turun hujan. Paginya (Sabtu 24/1) kita dengan kabar banjir di Kabupaten Pesawaran. Saat bersamaan kita juga dapat kabar, lahan pertanian dan pekarangan rumah warga di Pekon Parerejo juga ikut terendam banjir," tuturnya melalui telepon.

 Suprayogi menerangkan lahan persawahan yang terendam banjir tersebut baru selesai tanam. "Lahan sawah yang terkena banjir ini  baru selesai ditanam padi, sekitar 20 hari lalu," terangnya.     

Berdasarkan laporan Petugas Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), lanjut dia,  tanaman padi yang terendam banjir tersebut dipastikan rusak, bahkan kemungkinan besar akan mati.  

"Kita akan  laporkan masalah ini ke Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu. Kita juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir,"ungkapnya.

Terpisah Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Gadingrejo. Sujani mengatakan segera melakukan pendataan lahan persawahan yang terendam banjir. "Kita akan data terlebih dahulu,  baru kita ajukan untuk mendapat  bantuan benih cadangan dan pupuk,"  kata Sujani.   

Sujani memperkirakan, nilai kerugian petani akbiat banjir tersebut, sekitar Rp 500 ribu per hektar.

Sementara, Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutan Kabupaten Pringsewu, Jatiwan mengatakan sudah menyiapkan stock bantun benih dan pupuk untuk petani yang lahan persawahannya terendam banjir. "Tiap hektar sawah akan kita beri bantuan benih 25 kilogram dan 800 kilogram pupuk,"ungkapnya.
(sulistiyo/mnz/mf)