KAWASAN
Ilustrasi (harlam/dok)
10/2/2015 19:58:00
3171

Bantuan Ternak Sapi, Kadisnakkeswan Mengaku Tidak Tahu

Harianlampung.com - Ada yang aneh dalam program penyaluran bantuan ternak sapi yang dilaksanakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lampung Barat.

Kepala Disnakkeswan Lampung Barat Sarpin Halim mengaku tidak mengetahui, pada tahun 2012 pihaknya pernah menerima program bantuan ternak sapi dari pemerintah pusat sebanyak 221 ekor untuk dibagikan pada kelompok peternak setempat. Sarpin berdalih,saat itu, dirinya belum menjabat sebagai kepala dinas.

Sedangkan Murco, Sekretaris Dinakkeswan Lampung Barat membenarkan adanya program bantuan tersebut. Menurut Murco, bantuan dari pemerintah pusat itu untuk menunjang program swasembada daging tahun 2014. "Benar ada bantuan, kalau tidak salah jumlahnya 221 ekor ternak sapi tahun 2012," kata Murco pada harianlampung.com. Meski demikian dia engan menyebutkan kelompok peternak mana saja yang menerima bantuan tersebut.

Terkait bantuan serupa pada tahun 2014, Sarpin juga mengatakan, Disnakkeswan Lambar juga tidak menerima. "Tahun 2014, kami juga tidak pernah menerima bantuan ternak sapi seperti yang dinformaikan kawan-kawan," kata Sarpin.

Anehnya setelah ditunjukan data adanya bantuan ternak untuk Disnakkeswan Lampung Barat pada tahun 2014, Sarpin justru membenarkan. Menurut dia, pada tahun 2014 Lampung Barat hanya mendapatkan bantuan 70 ekor sapi yang dibagikan kepada 7 kelompok. Itu pun, melalui 3 program yakni, program Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) dengan jumlah bantuan 50 ekor sapi untuk 5 kelompok peternak. Kemudian, sisanyua 20 ekor disalurkan untuk 2 kelompok melalui Progran Integrasi dan UPO. "Per kelompok mendapat bantuan 10 ekor sapi, dan mungkin memang itu yang dimaksud program swasembada daging," paparnya.

Masih kata dia, kelompok tani yang mendapatkan program UPPO yakni, Sinarharapan Jaya di Kecamatan Pagardewa, Sinarmuda di Kecamatan Airhitam. Selanjutnya, Kelompok Peternak Engga Makmur di Kecamatan Gedungsurian serta dua kelompok lagi di Kecamatan Sekincau, yakni Agrodelta Mandiri dan Laskar Tani.

Selain itu, lanjut dia, untuk integrasi terdapat satu kelompok di Kecamatan Sekincau yakni Kelompok Tani Bina Karya Mandiri. Sedangkan Kelompok Tani Sido Rukun untuk program bantuan Sapi UPO berada di Kecamatan Sekincau.

Selain itu, terangnya, masing-masing kelompok bantuan program UPPO juga mendapatkan kucuran dana Rp200 juta. Dana tersebut, dikirim langsung oleh pemerintah pusat ke rekening kelompok masing-masing.

Saat disinggung mengenai kematian ternak di kelompok penerima, Saripan menegaskan, jika terjadi kemaitan hewan, kelompok penerima bantuan harus melaporkan ke dinas dengan pembuatan berita acara. "Dari awal saya sudah wanti-wanti kepada kelompok agar merawat ternak tersebut dengan baik, jika ada gejala yang mengkhawatirkan segera lapor ke dinas agar kami segera turun kelapangan," terangnya.

Untuk program tahun 2015, Saripan menjelaskan, Lampung Barat hanya mendapatkan jatah bantuan 2 kelompok peternak. "Tahun ini untuk seluruh Lampung ada 42 kelompok yang akan mendapatkan bantuan, tetapi Lampung Barat hanya mendapat jatah 2 kelompok saja," ungkapnya.
(Lemy/mnz/eh)