KAWASAN
Aparat Kepolisian Lampung Tengah jaga Kampung Banjarrejo
16/11/2014 21:44:41
1845

Ratusan Polisi Jaga Banjarrejo, Antisipasi Serbuan Warga

Harianlampung.com - Kampung Banjarrejo, Kecamatan Waypengubuan, Lampung Tengah, Ahad (16/11) dijaga ketat ratusan aparat dari Kepolisian Resort (Polres) Lamteng.

Tindakan aparat itu menyusul informasi yang menyebutkan Kampung Banjarrejo akan diserbu warga Kampung Tanjungratu, Waypengubuan yang tidak terima karena warganya, TP, meninggal dikeroyok massa karena akan melakukan pencurian kendaraan bermotor. 

Seorang warga yang enggan ditulus identitasnya  mengungkapkan, pada awalnya TP akan mencuri motor milik warga Banjarrejo di persawahan pada, Sabtu (15/11) sekitar pukul 15.00. Belum sempat membawa kabur sepeda motor curian,  pelaku dipergoki dan ditangkap warga. 

"Saat itu, pemilik sepeda motor sedang mencari rumput di sawah. Ketika TP akan mencuri sepeda motor itu, ada warga yang melihat dan langsung teriak. Warga pun langsung menangkap," ujarnya kepada wartawan. 

Jumlah massa yang begitu banyak, tak terkendalikan dan menghakimi TK hingga meninggal di tempat kejadian. "Akibat massa tak terbendung pelaku tewas di lokasi. Masaa tidak terkendali," kata dia. 

Pihak kepolisian mendengar informasi tersebut, langsung menuju lokasi. Kasat Sahbara Polres Lamteng  AKP Edi Saafnur mengaku mendengar kampung Tanjungratu akan menyerang Kampung Banjarrejo. Polres Lampung Tengah pun segera mengerahkan pasukan di perbatasan kampung. 

Tindakan aparat kepolisian itu untuk mengatisipasi bentrok antarkampung. Sejak Sabtu (15/11) malam, personel kepolisian berjaga-jaga di lokasi. "Sejak sabtu malam kami (Sahbara) dan dibantu Brimob sudah berjaga-jaga dilokasi," ujarnya.  

Pantauan di lapangan, pemerintah daerah bersama uspika kedua kampung mengadakan mediasi untuk mencapai kesepakatan berdamai. Mediasi dihadiri anggota DPRD, aparat kepolisian, dan tokoh masyarakat kedua kampung. Pihak warga Banjarrejo memberikan bantuan Rp25 juta kepada keluarga korban.

Pada bagian lain, Edi Saafnur mengatakan proses hukum terhadap meninggalnya TP, tetap diproses. Ini pelanggaran hukum yang menghilangkan nyawa orang.

Ia menyayangkan kejadian ini. Seharusnya, setiap ada pelanggaran hukum, warga menyerahkan kepada aparat kepolisian, bukan main hakim.
(fly/mf/bln)