KAWASAN
Diskusi atasi konflik di Kampung Bumiaji, Anaktuha (ferly/harlam)
01/3/2015 17:36:07
760

Forum Warga Gelar Diskusi Atasi Konflik Horizontal

Harianlampung.com - Forum Warga Lampung Tengah (FWLT) menggagas diskusi untuk meredam munculnya konflik horizontal di masyarakat. Diskusi akan digelar di kampung-kampung dengan melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Pada Sabtu (28/2), FWLT memulai kegiatan itu dengan menggelar diskusi di Kampung Bumiaji, Kecamatan Anaktuha, Lampung Tengah. Diskusi dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta warga setempat, dan Anggota DPR RI Hendri Yosodiningrat.

Ketua FWLT Sumarsono kepada harianlampung.com, Ahad (1/3) mengatakan, diskusi ini diharapkan dapat mengatasi pemicu konflik horizontal. Ia optimistis,  jika kegiatan seperti ini sering dilakukan, konflik antarwarga seperti di Anaktuha beberapa waktu silam, bisa dihindarkan.

"Kita ketahui di Kabupaten Lamteng sering terjadi konflik horizontal. Diskusi ini kami harapkan bisa memecahkan permasalahan yang ada secara bersama-sama dengan melibatkan para tokoh dan masyarakat setempat," ujarnya.

Banyak konflik di Lamteng, menurut dia, salah satu penyebabnya karena kurangnya perhatian dan pengarahan kepada para pemuda terhadap bahaya narkoba.

"Seharusnya ada perhatian kepada pemuda. Karena itu kami bersama-sama tergerak ingin mengatasi pemicu yang menimbulkan konflik seperti di Anaktuha. Dari narkoba, pemuda melakukan kriminalitas dan menimbulkan bentrok," kata dia.

Menurut dia,  diskusi akan dilakukan di setiap  kampung di Lampung Tengah. "Nanti  kita  ke kampung kampung untuk berdiskusi dengan melibatkan semua elemen masyarakat, mencari penyebab konflik sekaligus pemecahannya secara bersama-sama," katanya.

Terpisah, Kepala Kampung Bumiaji, Hanafi merespon positif kegiatan itu. Diharapkan kegiatan yang diselenggarakan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. "Pendekatan diskusi yang mengedepankan kebersamaan, tanpa membedakan suku, agama ini sangat positif. Karena semua adalah saudara, warga Lampung," ujarnya.
(ferly/mf)