KAWASAN
Ilustrasi
22/11/2014 12:41:27
2297

Bersama TNI AD, Cetak Sawah 172 Ha

Harianlampung.com - Program pencetakan sawah yang dilakukan bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat  di Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, berhasil mencetak sawah seluas 172,13 hektar. Program ini dikerjakan secara swadaya dan bergotong-royong oleh petani setempat.

Kabid Produksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DP2K) Kabupaten Tulangbawang, Haidirsyah, mengatakan program sawah itu dilaksanakan di Kampung Bandar Aji Jaya, Kecamatan Gedung Aji.

Untuk menceak sawah seluas itu, menurut dia, pemerintah mengalokasikan dana Rp1,5 miliar. Targetnya untuk mencetak sawah seluas 150 hektar. Namun, yang terealisasi mencapai 172,13 hektar atau di atas target yang direnanakan.

Pencetakan sawah itu hampir selesai. "Sudah 95 persen selesai. Tinggal merapihkan saja," ujar Haidirsyah.

Dia menjelaskan, program pencetakan sawah ini dilakukan bekerjasama dengan pihak TNI Angkatan Darat dalam menggerakan masyarakat untuk bergotong-royong atau swadaya. "Kerjasama itu langsung dari Kementerian dengan pihak Panglima TNI," ujarnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur Aji, Kampung Bandaraji Jaya, Nasirun, memastikan pekerjaan cetak sawah akan selesai pada awal Desember 2014. Menurut dia, kini tinggal merapikan tanggul. "Insya Allah pekan depan semua pekerjaan selesai," ujarnya.

Atas nama petani, Nasirun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah telah memberikan bantuan mencetak sawah. Selain pencetakan sawah, petani diberikan sarana produksi pertanian, berupa bibit, pupuk dan obat-obatan pertanian. 

Dengan program cetak sawah ini, para petani dapat menggarap lahan yang sebelumnya tidak bisa digarap. "Saat ini para petani juga sudah mulai menanam padi pada lahan yang telah dicetak," ungkapnya.

Nasirun juga menyampaikan terima kasih kepada Babinsa dan anggota TNI yang berperan menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong dan swadaya. "Kami mendukung program pemerintah seperti cetak sawah, karena 80% masyarakat yang ada di kampung kami  adalah petani," tambahnya. 
(din/mf/nad)