KAWASAN
Ilustrasi
22/11/2014 13:14:18
18358

Tanggamus Identifikasi Ketahanan Pangan

Harianlampung.com - Dewasa ini banyak masalah yang mengancam sektor ketahanan pangan di Tanggamus, Provinsi Lampung. Mulai dari semakin sempitnya lahan akibat alihfungsi lahan, menurunnya kualitas lahan akibat kerusakan lingkungan, terbatasnya permodalan di pedesaan, hingga gangguan hama dan penyakit pada tanaman dan ternak. 

Untuk mengatasi kondisi itu, Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tanggamus, Jumat (20/11), menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Dewan Ketahanan Pangan yang dibuka Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H. Iwan Setiawan.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Tanggamus, Herry Heryadi mengatakan, pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling asasi, sehingga ketersediaan pangan bagi masyarakat harus selalu terjamin. 

Undang Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, mengamanatkan pemerintah bersama masyarakat bertanggungjawab mewujudkan ketahanan pangan. Ketahanan pangan dihasilkan oleh bekerjanya tiga subsistem yang terintegrasi. Yaitu sub sistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. Mutlak diperlukan keharmonisan dari ketiga sub sistem tersebut.

Sub sistem distribusi tugas pokoknya adalah menjamin stabilitas harga pangan, terutama beras. Di Tanggamus, tugas ini merupakan program Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM).  Dimulai pada 2010 berupa bantuan sosial yang bersumber dari APBN (dekonsentrasi) yang dilaksanakan oleh 13 gapoktan. Kelompok tersebut adalah Sekawan, Sumber Rezeki, Suka Maju, Sido Luhur, Rukun Karya, Mekar Tani, Tri Mulya Tunggal, Bumi Asih, Sri Mekafr Sari, Sumber Asih, Sido Mukti, Sri Lancar, dan Sinar Jaya.      

"Makanya, kami juga membentuk tiga pokja. Pokja Ketersediaan dan Ketahanan Pangan," ujar Herry.

Dia menyebutkan, koordinator adalah Kasi Ketersediaan Kantor Ketahanan Pangan Tanggamus. Anggotanya, Kasi Penyelenggaraan dan Penyuluhan BP4K, Kasi O dan P Pengairan Dinas PU, Kasi Perlindungan Konsumen Diskoperindag, Kasi Budidaya Perikanan Air Tawar, dan Kasi Perlindungan Hutan Dishutbun Tanggamus.

Kemudian Pokja Distribusi dan Harga Pangan. Koordinatornya, Kasi Distribusi dan Harga Kantor Ketahanan Pangan. Anggotanya yaitu Kasi Statistik dan Industri BPS, Kasi Perdagangan dan Koperasi, Kasi Data dan Kelembagaan Bappeda, Kasubbag Perencanaan Peternakan, dan Kasi Umum Dishubkominfo Tanggamus.

Ketiga adalah Pokja Mutu, Penganekaragaman Pangan dan Gizi. Koordinatornya, Kasi Konsumsi dan Keamanan Pangan Kantor Ketahanan Pangan. Anggotanya terdiri dari Kasi Kesehatan dan Gizi Diskes, Wakil Ketua TP PKK, Kasubbid Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kasi Bina Usaha Tani Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tanggamus.

"Rapat pokja ini untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi, terkait ketahanan pangan. Tidak sekadar bagaimana mencari solusi bagi meningkatkan ketahanan pangan. Namun juga mengantisipasi serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam ketersediaan ketahanan pangan itu," dia menjelaskan. 

Permasalahan terkait ketahanan pangan, seperti masalah distribusi dan lonjakan harga makanan pokok, masalah ketersediaan dan kerawanan pangan, serta penganekaragamanan pangan dapat terselesaikan. Sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Tanggamus dapat terwujud, katanya.

Peningkatan ketersediaan pangan dan kerawanan pangan, kata dia, Kantor Ketahanan Pangan Tanggamus juga memfokuskan energi untuk terbentuknya pengembangan desa mandiri pangan (demapan) di Kecamatan Pulaupanggung.

Yaitu Pekon Wayilahan, Srimenganten, dan Sumbermulya. Kecamatan Pugung di Pekon Waypring, Kayuubi, dan Sukamaju. Lalu Kecamatan Wonosobo di Pekon Banyuurip. 

Pembangunan lumbung pangan, juga dilaksanakan di Pekon Banyuurip (Wonosobo), Pekon Sudimoro (Semaka), Pekon Waypring, Sukamaju, Wayhandak, dan Talanglebar (Pugung). Kemudian Pekon Tanjungrejo dan Srimenganten (Pulaupanggung). Pekon Kalimiring dan Talangsepuh (Talangpadang). Dan Pekon Argopeni serta Argomulyo (Sumberejo). 
(din/mf/nad)