KAWASAN
Hotel Horison Bandarlampung (skyscrapercity/dok)
11/3/2015 19:55:36
744

Rapat Ditunda, Isu Suap Hotel Horison Urung Dibahas

Harianlampung.com - Komisi III DPRD Kota Bandarlampung urung menggelar rapat internal, membahas dugaan gratifikasi dari manajemen Hotel Horison kepada oknum Komisi III dan sejumlah oknum wartawan.

Sejatinya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung, Erwansyah akan menindaklanjuti dugaan suap itu melalui rapat internal pada Selasa (10/3). Namun, hingga kini rapat itu urung terlaksana.

Menurutnya, agenda rapat internal itu menunggu Ketua Komisi III Heriadi. Akan tetapi, orang tuanya masuk rumah sakit jadi terpaksa ditunda. Selain itu, sejumlah anggota Komisi III lainnya sedang berada di luar kota.

"Ibu dari ketua kita masuk RS, sebagian anggota juga lagi di Jakarta. Mungkin besok (Kamis) atau Jumat kita jadwalkan lagi," ujar Erwansyah kepada harianlampung.com, melalui sambungan telpon, Rabu (11/3).

Erwansyah berharap media harus berfikir jernih dalam hal ini, sehingga tidak timbul fitnah dan terkesan sesama anggota Komisi III saling menjatuhkan.

"Saya rasa enggak ada (suap,Red) itu. Siapa yang menyuap, siapa yang disuap? Itukan tidak jelas. Saya harap jangan diperkeruh masalah ini. Persepsinya kan ini kita saling menjatuhkan, bisa berkembang jadi fitnah," kata dia.

Diwawancarai sebelumnya, Erwansyah mengatakan, dia belum mengetahui adanya dugaan suap yang diduga melibatkan koleganya di Komisi III. Tetapi, untuk memastikan hal itu dirinya akan mengagendakan rapat internal.

"Kita tanya besok pada waktu rapat internal komisi, biar jelas, ada tidaknya dugaan gratifikasi itu," kata Erwansyah, Senin (9/3).

Diberitakan sebelumnya, Manajemen Hotel Horison diduga memberi suap kepada Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Jumat (6/3) lalu. Pemberian sejumlah uang itu diduga berkaitan dengan permasalahan bangunan hotel di Jalan Kartini, yang belakangan gencar dipermasalahkan oleh Komisi III.

Menurut sumber terpercaya di gedung DPRD Kota Bandarlampung, aliran uang gratifikasi itu tak hanya menyebar kepada oknum DPRD tetapi juga sampai ke sejumlah oknum wartawan.

"Iya, selain dewan oknum wartawan juga nerima tapi nilainya nggak seberapa," ungkap sumber itu.

Menurut sumber itu, pemberian upeti kepada legislatif berkaitan dengan permasalahan pembangunan Horison yang dianggap DPRD melanggar ketentuan.

"Nah, pihak manajemen Horison pening disorotin sama dewan terus, makanya sampe ngeluarin duit supaya dewan nggak mempermasalahkan lagi," ujarnya.

Sumber itu juga memastikan, ke depan Komisi III tidak akan lagi mempermasalahkan soal Horison.

"Sekarang juga sudah terbukti kan? Tadinya komentarnya ganas berisi sumpah serapah, belakangan berubah 180 derajat. Jadi halus," ketus sumber itu.

Untuk diketahui, sebelumnya Komisi III DPRD Kota Bandarlampung dengan lantang meminta Dinas Tata Kota (Distako) untuk membongkar Hotel Horison karena diduga Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan Garis Sempadan Sungai (GSS).

Bahkan, saat itu,  Wakil Ketua Komisi III Muchlas E Bastari mengklaim pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi pembongkaran Hotel Horison.

"Kami memang sudah merekomendasikan Distako untuk membongkar Horison. Bahkan, saat hearing sebelumnya pun kami minta Distako membongkar," kata Muchlas, Senin (9/3).
(Iqbal/andi/mf/eh)