KAWASAN
DPRD Bandarlampung. (harlam/dok)
01/12/2014 22:12:00
3585

DPRD Dukung Penambahan Kuota Siswa Biling

Harianlampung.com - Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung mendukung kebijakan Wali Kota Herman HN untuk menambah kuota siswa Bina Lingkungan (Biling) dari 30 menjadi 70 persen, di tahun 2015.

Pernyataan dukungan itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV, Imam Santoso. Menurutnya, semakin banyak kuota untuk siswa biling tentu akan mengurangi angka anak yang putus sekolah.

“Saya rasa cukup bijaksana. Semakin banyak kuota biling akan bagus, meminimalisir angka putus sekolah,” kata Imam kepada wartawan, Senin (1/12).

Kendati demikian, Imam berharap kepada Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk mencari formulasi khusus agar adanya tahap penyeleksian terhadap siswa biling.

Sehingga, tidak ada anggapan bahwa siswa biling tidak perlu belajar karena sudah pasti masuk dalam sekolah negeri yang diinginkan.   “Itu tugas Disdik untuk mencarikan formulasinya,” kata Imam.

Sebab, kata Imam, ketika siswa biling tidak diseleksi untuk memasuki sekolah negeri tentu akan berpengaruh terhadap kualitas siswa didiknya.

“Seleksi sangat penting supaya kualitas pendidikan di kota ini dapat dipertahankan. Tapi, bukan berarti pula kita mendiskriminasikan siswa biling,” ungkpanya.

Selain itu, Imam juga berharap kepada pemkot setempat untuk memperhatikan dampak penambahan kuota biling. Sebab, bukan tidak  mungkin kedepannya banyak sekolah swasta yang gulung tikar gara- gara tidak kebagian siswa baru.

“Dampak negatifnya harus diperhitungkan juga,” katanya.

Imam mengatakan, pemkot bisa juga menggandeng sekolah swasta untuk menampung siswa biling di sekolahnya. Karena, tidak ada aturan yang mewajibkan siswa biling harus ditampung di sekolah negeri.

 “Saya pikir upaya untuk menggandeng sekolah swasta juga patut dicoba,” ujarnya.

Bahkan, kata Imam, sejumlah sekolah swasta juga sudah menyatakan kesanggupannya untuk menampung siswa biling. Meskipun anggarannya kecil.

“Prinsipnya, mereka (sekolah swasta, Red) punya murid. Lucu dong, kalau di sekolah itu cuma ada sepuluh murid. Tentu calon siswa baru nggak mau masuk sekolah itu karena nggak ada muridnya,” kata Imam.

Meski demikian, Imam menghimbau kepada sekolah swasta di kota ini untuk melakukan pembenahan baik dalam sektor fasilitas maupun perangkat sekolah. Sehingga calon siswa tertarik untuk menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Intinya, jika sekolah swasta itu berkualitas tentu dengan sendirinya calon siswa akan berlomba- lomba untuk mendaftar disana,” pungkasnya.
(r4/mg/hl)