KAWASAN
Jalan menuju wisata Pulau Tangkil (furqon/harlam)
08/12/2014 13:56:06
2898

Jalan ke Wisata Pulau Tangkil Rusak Parah

Harianlampung.com - Kondisi jalan menuju tempat wisata Pulau Tangkil dan tiga tempat wisata lainnya di Kabupaten Pesawaran, seperti memasuki kawasan tak bertuan, tidak terurus dan rusak parah. Jalan sepanjang 2,5 km itu berlobang dan jika musim hujan sulit dilewati kendaraan beroda empat.

Pemantauan Senin (8/12), jalan itu dibangun pada 1992 atas inisiatif pemilik sekaligus pengelola tempat wisata setempat. Lima tahun lalu pernah diperbaiki, tapi hingga kini tidak pernah lagi ada pembangunan atau pemeliharaan.

Pengunjung yang hendak ke Pulau Tangkil harus ekstra hati-hati jika di musim penghujan, karena jalanan terendam air dan berlobang dalam. Demikian pula saat musim kemarau, jalanan berdebu.

"Kok pemerintah tak ada inisiatif membangun jalan. Padahal, tempat wisata ini jelas bisa memberikan kontribusi pendapatan asli daerah, ekonomi masyarakat di sini pun ikut hidup," kata Hasan (55), pengunjung yang hendak ke Pulau Tangkil.

Menurut keterangan pengelola tempat wisata Pulau Tangkil, sejak dibuka hingga kini belum pernah ada perhatian dari pemerintah. Padahal, jalan penentu keberhasilan investasi pariwisata. Pengelola sebenarnya sudah berupaya dengan menyediakan sendiri lahan untuk jalan, biaya pembukaan, hingga pemeliharaan.

Tapi, kian hari jumlah pengunjung bertambah ramai, sementara anggaran yang harus disediakan pemeliharaan jalan cukup besar. Ini tak bisa ditanggung sendiri oleh pengelola, harus ada bantuan pemerintah.

"Biaya pemeliharaan agar jalan sepanjang 2,5 km itu bagus butuh sekitar Rp2 miliar lebih. Ini jelas tidak bisa kami tangani sendiri. Kami sangat berharap bantuan pemerintah karena ini untuk kepentingan kita semua," kata manajer tempat wisata Pulau Tangkil.

Anggota DPRD Pesawaran Umroni mengatakan, dewan pun mempertanyakan komitmen pemda setempat untuk pengembangan sektor pariwisata, tapi hingga kini belum terlihat keseriusan.

"Arah kebijakan pemda di sektor pariwisata tidak jelas, padahal dewan menunggu langkah pemda agar bisa menyusun payung hukum berikut anggarannya. Tapi, bagaimana kami mau bergerak sementara pemerintahnya diam," kata dia.

Sementara, kondisi jalan nasional yang berada di Lampung hanya 296,487 kilometer dari total panjang jalan di daerah ini 1.159,573 km yang masuk dalam kriteria baik atau hanya 25,5 persen.

Sedangkan, jalan provinsi dari total panjang 1.702,81 km hanya 565,17 km (33,19 persen) dalam kondisi baik.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah Lampung Mustafa pernah mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan nasional di provinsi ini yang diperkirakan sekitar 80 persennya mengalami kerusakan berat.

"Kondisi infrastruktur jalan baik nasional maupun provinsi memiliki kerusakan yang sangat signifikan, sehingga dapat memengaruhi proses dan usaha menarik investor ke provinsi ini," kata Mustafa.

Kondisi kerusakan jalan di Lampung menjadi sorotan tajam sejumlah pihak, terutama kalangan bisnis, masyarakat pengguna jalan, dan pengamat pembangunan di daerah ini.
(rizki/mf)