KAWASAN
Diskusi publik PRD. (iqbal/harlam)
25/5/2015 21:08:09
571

Indonesia Berdaulat, Rakyat Sejahtera

Harianlampung.com - Indonesia bangsa yang besar dan memiliki kekayaan melimpah. Namun, untuk menyejahterakan rakyatnya, dibutuhkan semangat hidup berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Lampung Agus Jabo Priyono dalam diskusi publik tentang Kesejahteraan Petani di Bandarlampung, Senin (25/5).

Menurut dia, para pendiri bangsa menjadikan Trisakti sebagai Pilar Kemerdekaan Bangsa, tentu ada alasannya. "Dibutuhkan semangat hidup berdaulat, berdikari dan berkepribadian dalam bingkai peraturan, untuk mengembalikan Indonesia sebagai bangsa yang sejahtera,” katanya

Sementara itu, menurut Sekretaris PRD Lampung Rahmad, sejarah bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang mampu menyejahterakan rakyatnya dengan kekayaan yang melimpah.

"Tapi itu dulu yang dinikmati Bangsa Indonesia, sekarang tidak. Petani kurang sejahtera, lahan semakin berkurang," ujarnya dalam diskusi memperingati 107 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Karena itu, menurut Agus, Indonesia harus menerapkan kembali paham Trisakti guna mengembalikan kesejahteraan Indonesia.

Dalam diskuisi itu, menghadirkan pembicara dari akademisi dan politisi. Di antaranya, Minggrum Gumay (Sekretaris PDIP Lampung), Fajrun Najjah Ahmad (Sekretaris Partai Demokrat Lampung), Hi. Yozi Rizal (Fraksi Hanura DPRD Lampung), Abi Hasan Muan (Ketua Peradi Lampung), DR. Jauhari Zaelani (Akademisi UBL).

Wali Kota Bandarlampung Herman HN, saat membuka acara dengan moderator Ketua KIP Lampung Juniardi, menyinggung soal jaminan kesehatan masyarakat, terutama Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut dia, dalam waktu dekat dia berniat membahas soal BPJS dengan Presiden Joko Widodo. “Saya mau bicara sama presiden, membahas masalah kesehatan. Rakyat kita ini gak mampu semua kalau ikut BPJS, " ujarnya.

Meski BPJS menjamin kesehatan pekerja atau buruh, kata dia, ada celah fatal dalam program ini. “Ada pengurangan upah di sana. Itu kan seperti asuransi, sakit gak sakit tetap bayar, ” jelasnya.
(iqbal/mf/eh)