OLAHRAGA
PON Remaja 1 (harlam/dok)
15/12/2014 14:04:51
1154

Hanya Dua Cabang yang Sumbang Medali

Harianlampung.com - Catatan prestasi para atlet junior Lampung di Pekan Olahraga Nasional (PON) I 2014 di Jawa Timur, tidak sebanding dengan jumlah cabang olahraga yang diikutsertakan di ajang yang baru pertama kali digelar tersebut. Dari 11 cabor yang diikuti, kontingen Lampung hanya meraih 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Untuk medali perunggu dapat berubah jika tim sepakbola Lampung dapat menundukkan Maluku Utara, Senin (15/12).

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Provinsi Lampung, Syahruddin DEM mengatakan, apa yang telah diraih para atlet Lampung di PON Remaja sudah maksimal. Tapi disayangkan dari 11 cabor yang dikirim hanya 2 cabor saja yang meraih prestasi. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi insan olahraga Lampung baik itu Pengprov masing-masing cabor maupun KONI sendiri.

“Jujur kita harus akui bahwa pembinaan olahraga beberapa daerah jauh lebih baik dibandingkan Lampung.  Artinya, ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh seluruh penggiat olahraga di Lampung untuk mengejar ketinggalan dari daerah lain,” ujar Sasam sapaan Syahruddin DEM, kepada Rusidi dari harianlampung.com.

Seperti diketahui pada PON Remaja I 2014 di Jawa Timur, Lampung mengirimkan 11 cabor yaitu atletik, anggar, bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, pencak silat, judo, sepakbola, senam, tenis lapangan dan renang. Dua cabor yang berhasil meraih medali adalah atletik dan senam.

Sasam juga menegaskan bahwa pembinaan atlet junior harus dilakukan secara serius. Hal itu harus dilakukan sedini mungkin sehingga kedepannya para atlet Lampung tidak akan kalah dari daerah lain. Salah satu contoh daerah yang menunjukkan perkembangan pesat dalam pembinaan atlet adalah Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat dan beberapa daerah lainnya. Karena keberadaan atlet junior sangat berarti untuk menopang seniornya yang berlaga di PON umum.

“Perlu adanya kesamaan visi dengan seluruh cabor. Terutama cabor-cabor yang memperebutkan medali banyak yaitu nomor perorangan perlu mendapat prioritas. Bukan berarti cabor beregu atau tim tidak perlu, tapi harus ada skala prioritas tersendiri,” jelasnya.
(rusidi/mf)