OLAHRAGA
Edi Sunarso mengalungkan mendali emas kepada lifter Adelia Prasasti. (sulis/polindonetwork)
11/11/2015 14:08:37
1626

Pertandingan Perdana, Lifter Putri Lampung Borong Tiga Emas

Harianlampung.com - Pertandingan perdana Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi antar-Pusat Pendidilan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Padepokan Gajah Lampung, Pringsewu, pada Rabu (11/11), dimulai pukul 09.00 WIB. Lifter putri tuan rumah memborong tiga medali emas, dua perak dan satu perunggu.

Ketiga medali emas diborong Adelia Prasasti, lifter putri kelas 36 kg. Dia mendapat juara angkatan clean and jerk, santch dan total angkatan.

Sedang dua medali perak dan perunggu diraih lifter Aqilah. Kemudian disusul oleh lifter putri asal DKI Ismi Azzahra mendapat satu perak dan dua perunggu.

Pertandingan diawali pada angkat besi putri kelas 36 Kg - 40 Kg. Kemudian dilanjutkan kelas 38 putra, kelas 44 Kg putri dan terakhir kelas 42-46 Kg. Kesemuanya dengan jenis angkatan Clean and Jerk, Santch

Lifter yang pertama tampil tanding pada kelas 36-40 Kg putri yakni Adelia Prasasti (Lampung) berat badan 34,80 lalu Ismi Azzahra (DKI) berat badan 35,90 dan Aqilah (Lampung) berat badan 32,15. Kemudian Kelas 40 putri yakni

Sumarni (Sumsel), Fitria Dwiyanti (Riau), Nurvi Nata Sari (Lampung) dan Linda Nurwulan (Jambi).

Sebelumnya, pada pembukaan perdana pertandingan, Kabid Keolahragaan Provinsi Lampung Edi Sunarso mengharapkan kepada peserta sebelum bertanding harus menyiapkan diri sebaik mungkin baik fisik maupun mentalnya."Karena itu modal utama untuk siap bertanding,"ujarnya.

Di samping itu dia juga berharap, dalam momen bertanding harus menjunjung sportifitas tinggi. Begitu juga kepada dewan juri dan wasit harus bisa berlaku dengan seadilnya dan menerapkan kejujuran."Sehingga siapapun yang menjadi juara adalah benar-benar murni atas prestasinya sendiri," kata Eko Sunarso.

Dia menambahkan, kepada para penonton yang mayoritas perwakilan pelajar dari SD, SMP dan SLTA tersebut, juga atlet dari provinsi lain agar tertib dan tenang, sehingga tidak mengganggu atlet yang siap melakukan tanding mengangkat besi."Sebab atlet angkat besi memang perlu konsentrasi dan ketenangan diri. Maka penonton jangan ribut dan berisik jika atlet bersiap mengangkat barbelnya," harap Eko Sunarso.

Di sisi lain Eko menambahkan, khususnya para peserta dari provinsi lain dapat betah berada di Lampung ini. Sebab selain banyak objek wisatanya juga oleh-oleh kuliner khas Lampung yang terkenal akan keripik pisang beraneka rasa.

"Maka jangan sampai lupa membawa oleh-oleh keripik pisang itu,"imbuhnya.

Sementara berdasarkan informasi dari panitia pelaksana, pada ajang pertandingan angkat besi ada tiga dewan wasit dan tiga dewan juri 3 serta dibantu seorang technical control dan seorang time keeper.

Untuk Dewan wasit Grup A yakni Asnawi, Suyati, Reni Magani. Sedang wasit yakni Yuli plawi, Mita Sari dan April. Serta Technical control Ishar dan Time Keeper Ani Supriapti.

Untuk Dewan wasit Group B yakni Edwarsyah, Sulasmi dan  Bastiah. Wasitnya Asep Jarudin, Hilmainar Sampurna dan Fitriansyah. Serta technical control Zulkarnaen dan Time Keeper Ani Supriapti.

Berdasarkan jadwal pertandingan angkat besi selanjutnya,  pada  Kamis (12/11) kelas putri 48 Kg dan 53 Kg,  putra kelas 50 Kg dan 56 Kg, Jumat (13/11) angkat besi putri kelas 58-63 Kg dan kelas 69 Kg-75Kg, untuk  putra kelas 62 Kg. Kemudian dilanjut  Sabtu (14/11) adan dua jenis angkat besi putra yakni  kelas 69 Kg-77 Kg dan putra kelas 85 Kg-85+Kg. Sedang jadwal  Minggu (15/11) kepulangan para kontingen.
(lis/mfn)