OLAHRAGA
Ilustrasi (harlam/dok)
27/1/2015 14:27:28
2103

Ketua PBVSI Tidak Harus dari Kepolisian

Harianlampung.com - Ketua Pengurus Pusat Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Komjen (Purn) Pol Imam Sujarwo mengatakan, jabatan Ketua PBVSI di daerah tidak harus dari jajaran kepolisian. Siapapun boleh menjadi Ketua Pengprov PBVSI, dengan catatan memiliki misi dan visi jelas memajukan olahraga di daerahnya maupun di tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Sucipto Sekretaris Umum PBVSI Lampung, Selasa (27/1), di Bandarlampung. Sucipto mengutip kata sambutan Imam Sujarwo pada Rakernas PBVSI, 22-23 Januari 2015 lalu di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Sucipto, ini agin segar bagi siapa saja untuk menduduki jabatan Ketua PBVSI Lampung yang sudah habis masa baktinya 2014 lalu.

“Siapa saja diperbolehkan menjadi Ketua Pengprov PBVSI di daerahnya. Syukur-syukur Kapolda yang ex-oficio selama ini juga masih mau menjadi ketua. Tapi, harus mampu memegang komitmen untuk memajukan bolavoli secara serius,” terang Sucipto.

 Kepengurusan PBVSI Lampung habis masa baktinya pertengahan tahun 2014. Belum adanya pergantian ketua maupun pengurus baru, menyebabkan even bolavoli di daerah ini vakum. Ini berdampak pembinaan tidak maksimal dan prestasi pun mentok.

Padahal di tahun 2015 ini banyak even yang harus dihadapi PBVSI Lampung, di antaranya mempersiapkan tim ke babak pra-kualifikasi PON XIX.

“Kita berharap Musprov PBVSI secepatnya dapat dilaksanakan memilih ketua. Dengan harapan ada sosok calon figur atau bapak angkat yang siap mencalonkan diri menjadi ketua," kata dia.

Dunia bolavoli Lampung, imbuh Sucipto, membutuhkan pembinaan secara serius. Namun, semua itu masih dilakukan koordinasi dengan pengurus demisioner.

Berdasarkan catatan, kurun sepuluh tahun terakhir, olahraga bolavoli di Lampung memprihatinkan, khususnya di kelompok senior.

Padahal, untuk kategori junior, prestasinya menjanjikan di tingkat nasional. Saat ke level senior, prestasi tidak terlihat sama sekali.
(rusidi/riz/eh)