OLAHRAGA
Lampung di PON XIX Jawa Barat. (iqbal/polindonetwork)
18/9/2016 23:37:22
819

Presiden Standing Applause untuk Baju Adat Lampung

Harianlampung.com - Pakaian Kontingen Lampung tampil karismatik pada pembukaan PON Jabar 2016, Sabtu (17/9) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung. Pakaian model beskap berwarna biru itu dibalut tenun tapis pada pergelangan tangan dan lingkar leher.

Saat kontingen Lampung yang berjumlah 298 personil dipanggil oleh pembawa acara PON, M. Farhan yang langsung disambut riuh tepuk tanggan. Presiden Joko Widodo, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ketua KONI Tono Suratman berdiri melambaikan tanggan kepada kontingen Lampung sebagai ungkapan penghargaan (standing applause).

Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Ketua PKK Prov Lampung, Yustin Ficardo pun Nampak ikut berdiri melambaikan tangan dan senyum kemenangan kepada para atlet.

Meski terlihat tradisional, pilihan warna biru memberi kesan modern. Selain baju atasan, kopiah bercorak tenun tapis yang melengkapi setelan Kontingen Lampung tampil menonjol sebagai identitas budaya Lampung. Mengenakan pakaian adat Lampung, pasangan Muli-Meghanai memimpin rombongan saat Parade Kontingen. Kombinasi Siger, Baju Sulam usus serta bawahan tapis dari corak Jung Sarat tampil menawan.

Ratusan kamera jurnalis, baik TV, on line maupun cetak langsung mengarah kepada kontingen Lampung yang terdiri dari 140 atlet 70 pelatih ofisial 83 panitia. Mengenakan pakaian  beskap untuk mengabadikan setiap moment bersejarah di tanah legenda itu.

Presiden  dan tamu undangan nampak takjup saat baju kebesaran adat Lampung yang ditampilkan dengan warna sebagai symbol berani. Kameramen yang sudah lama menunggu karna penasaran baju adat lampung yang mendunia dan buat heboh Olimpieade Rio, Brasil makin antusias mengabadikan setiap gerak wanita yang mengenakan siger itu. “Wajar kalau di Rio kostum Lampung buat heboh, memang bagus kostumnya,” ujar poto grafer asal Papua

Siger kerap menjadi perbincangan desainer internasional, terutama saat tampil bersama Kontingen Indonesia dalam parade negara peserta Olimpiade Brazil. Lekuk serta corak pada tembaga berwarna emas menarik perhatian saat berbaur dengan pakaian karnaval.

Beskap merupakan pakaian menyerupai model jas. Namun tidak memiliki lipatan kerah serta berbahan tebal. Umumnya warna beskap polos tanpa memiliki corak tertentu. Pakaian ini pertama kali diperkenalkan oleh kalangan Jawa Mataram pada Abad 18

Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat resmi dibuka oleh Presiden Jokowi. Kesan glamour dalam pembukaan acara yang nampak membuat kagum seluruh pengunjung yang memadati stadion Gelora Bandung Lautan Api (BLA).

Parade kontingen, 34 provinsi yang ambil bagian di PON unjuk kebolehan dihadapai presiden dan para tamu undangan lainya dengan. Berbagai pernak pernik dari asal daerah dipertontonkan kepada seluruh masyarakat Kota Bandung maupun seantero NKRI.

Dimulai dari kontingen Provinsi Aceh yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari para penonton yang hadir dan lambaian tangan dari Presiden. Dilanjutkan Provinsi Bali, DKI Jakarta dan seterusnya hingga kontingen ke 19 yakni Provinsi Lampung.

Teriakan penonton ditengah sorot lampu laser yang menmancar terdengar riuh sambil memberikan dukungan kepada kontingen Lampung. ”Wih alus bajuna,” teriak penonton berbahas sunda memuji pakaian Lampung.
(iqb/jun)