OLAHRAGA
Tim Takraw Lampung melawan Kalimantan Tengah. (iqbal/polindonetwork)
21/9/2016 23:32:31
1019

Takraw Lampung Kandas, Salahkan Panitia PON

Harianlampung.com - Peserta cabang olahraga (cabor) sepak takraw PON XIX Jawa Barat mengeluhkan molornya jadwal pertandingan selama satu sampai dua jam. Pertandingan yang seharusnya selesai pada sore hari, berlarut-larut hingga pukul 02.00 Wib.

“Bukan lagi molor, tapi sangat molor. Hari pertama (pertandingan, Red) kita baru selesai bertanding jam dua malam. Kemarin selesai jam satu malam. Padahal jika jadwalnya berjalan normal, pertandingan bisa selesai sore hari,” kata Pelatih Tim Sepak Takraw Lampung Abdul Malik.

Hal ini, lanjut dia, dihawatirkan akan berpengaruh pada kondisi atlet. “Tentu akan lelah sekali karena kan kami menunggu waktu tandingnya cukup lama. Jadi bolak-balik dari hotel ke tempat pertandingan, kadang terpaksa menunggu di tempat pertandingan karena takut telat terkena macet di jalan,” keluhnya.

Disamping itu, menurut dia, panitia tidak benar-benar dengan matang memperkirakan waktu tanding yang dibutuhkan cabor takraw. Lantaran, sepak takraw dijatah untuk menyelesaikan pertandingan selama 10 hari sejak pertandingan pertama dimulai. “Perhitungan waktunya tidak matang, apalagi tim itu tiga regu, kalau pertandingan double set terus imbang itu kan tambah panjang waktunya. Molornya jauh,” sambungnya.

Minimal, lanjut dia, pertandingan akan selesai dalam 14 hari. Ia berpendapat, jika pertandingan membutuhkan waktu lebih panjang, seharusnya panitia dapat memulai pertandingan sebelum upacara pembukaan PON Jabar.

Sementara itu, pada babak penyisihan di nomor beregu putri, tim sepak takraw putri Lampung berhasil menang dengan skor 2-1 melawan Provinsi Jambi. Masih dibabak penyisihan, Lampung kembali menang melawan Kalimantan Tengah dengan skor 2-0.

Sayang, tim sepak takraw putri Lampung harus kalah dengan skor 0 – 2, ketika berhadapan dengan kontingen Jawa Tengah. Meski demikian, Lampung tetap masuk dalam peringkat delapan besar. “Di delapan besar ini, kita dihadapkan dengan Jawa Barat,” imbuhnya.

Setelah masuk delapan besar, langkah kontingen Lampung ternyata harus terhenti ketika melawan kontingen Jabar dengan skor 2-0. Diakui Malik, hal tersebut telah diprediksi sejak awal. Lantaran pemain Jabar memiliki kemampuan yang berada setingkat diatas atlet sepak takraw Lampung.

“Karena disana kan ada atlet nasionalnya, kemudian juga memang kemampuan mereka ada di atas atlet kita. Tetapi kita masih akan bertanding Kamis (22/9) di nomor doble tim,” tukasnya.
(iqb/jun)