OLAHRAGA
PON Remaja 2014 Jatim
18/11/2014 14:24:08
2555

Tim Sepak Bola Lampung Lolos PON Remaja 2014

Harianlampung.com - Tim sepak bola Lampung dipastikan berlaga di ajang PON Remaja 2014 setelah pada laga "play off" di Stadion Pahoman, Kota Bandarlampung, Ahad (16/11),  mengalahkan kesebelasan Nanggro Aceh Darusalam (NAD) dengan sekor 1-0.

Hadi Pradana tampil sebagai pahlawan usai mencetak satu gol penentu kemenangan Lampung memalui titik putih di menit ke-65. Wasit A. Rahman yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti bagi Lampung setelah Angga Aulia, pemain NAD, menjatuhkan pemain Lampung bernomor punggung 14, Raeis Mahendra, di kotak terlarang.

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Hadi yang didapuk sebagai eksekutor. Ia dengan mudah mengecoh penjaga gawang NAD, Hidayatulloh. Alhasil gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam laga tersebut.

Hasil itu sekaligus menjadikan Lampung sebagai tim yang pertama memastikan diri Lolos dari regional Sumatra.

Meski pun hanya menang tipis, namun bagi pelatih Pra-PON Remaja Lampung Edi Iswantoro mengaku bangga dengan permainan yang ditunjukkan anak asuhnya. Baginya, para pemain muda tersebut sudah melakukan sesuai dengan stategi yang direncanakan.

"Memang masih banyak kekurangan, tetapi hasil yang dicapai sangat baik kita berhasil masuk PON berkat kerja keras anak-anak," kata dia.

Dia mengatakan dalam PON Remaja yang akan diadakan pada Desember di Surabaya, tim akan melakukan lebih banyak persiapan lagi untuk meraih prestasi terbaik di tingkat nasional.

"Di sisa waktu yang ada kami akan maksimalkan kemampuan setiap pemain dengan menggelar pelatihan secara rutin, karena tanggal 5 Deseember kita sudah berangkat," kata dia.

Dalam pertandingan tersebut, sempat berakhir ricuh setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Sejak menit-menit awal pertandingan, kedua kesebalasan memang sudah saling serang dengan tempo permainan yang tinggi.

Dan banyak terjadi pelanggaran dan perkelahian antarpemain di lapangan. Beberapa kali pemain NAD memprotes wasit hingga mengejar ke pinggir lapangan. Namun beberapa pemain Lampung dan asisten wasit melerai kerusuhan tersebut.

Kerusuhan baru benar-benar terjadi setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandiangan berakhir. Para pemain NAD yang tidak terima dengan keputusan wasit langsung menyerang Wasit A Rahman.

Hal ini sontak mengakibatkan kerusuhan, beberapa pemain Lampung pun tampak adu jotos dengan para punggawa NAD. Para supporter juga ikut berang dan melempari para pemain NAD dengan botol minuman.

Kerusuhan akhirnya dapat diredam setelah polisi yang berjaga-jaga langsung menindak pelaku kerusuhan. Beberapa pemain NAD yang dianggap sebagai perusuh langsung diamankan ke tengah lapangan untuk menghindari amukan supporter.

Para pelatih dan official NAD pun melayangkan protes keras dengan adanya kerusuhan ini. Mereka menganggap wasit tidak punya kualitas dalam memimpin pertandingan.

"Kita nggak tahu apa yang menjadi pertimbangan wasit tadi. Sebenarnya kami tidak terima, kenapa tuan rumah yang selalu diberikan penalti," kata Pelatih Pra PON Remaja Akhyar Ilyas.

Dia mengatakan  akan melaporkan hasil pertandingan ini ke PSSI Pusat bahwa timnya yang sudah datang ke Lampung diperlakukan tidak adil. Dirinya pun memprotes tindakan polisi yang dinilai tidak bijak dalam menyelesaikan masalah.

Ia mengungkapkan salah satu pemain NAD diduga dipukul oleh polisi dalam kerusuhan tersebut.
(rr/mf/bln)