OLAHRAGA
Penyerahan piala Lomba Marathon 5K Pringsewu. (sulistiyo/harlam)
20/3/2015 15:34:49
2474

Atlet Adiluwih dan Sukoharjo Rajai Marthon Pringsewu 5 K

Harianlampung.com - Kecamatan Sukoharjo dan Adiluwih benar- benar menjadi pusat perhatian masyarakat, khususnya penggiat dunia olah raga di Kabupaten Pringsewu, Porovinsi Lampung.

Lebih dari 80 persen gelar juara dan hadiah yang disediakan panitia Lomba Marathon Pringsewu 5K (kilometer) yang digelar Dinas Pemuda dan Olah Raga setempat, Jumat (20/3), disabet para atlet dari dua kecamatan itu.

Para atlet dari dua kecamatan tersebut benar-benar merajai hampir seluruh kategori dalam lomba Marathon Pringsewu 5 K, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga SMA di nomor putra maupun putri.

Kondisi tersebut sebenarnya sudah diprediksi para penggiat dunia olah raga di Kabupaten Pringsewu. Sejak dulu, Kecamatan Sukoharjo dan Adiluwih memang dikenal sebagai gudang bibit atlet atletik. Kedua kecamatan ini banyak menyumbang atlet atletik berprestasi, untuk Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung.      

Dari 24 piala yang disediakan panitia Lomba Marathon Pringsewu 5K, 20 diantarnya direbut para atlet dari kedua kecamatan itu. Sisanya direbut para atlet Kecamatan Banyumas, Gadingrejo dan Pringsewu.

Pelatih atletik Kecamatan Adiluwih Cecep mengatakan, sejak awal sudah yakin para atlet binaannya mendominasi gelar juara dalam even tersebut.

“Saya sudah prediksi dari awal, kami akan meraih banyak gelar juara di even ini. Peta kekuatan atletik di Kabupaten Pringsewu ini akan didominasi Kecamatan Adiluwih dan Sukohrajo,” katanya pada harianlampung.com, di sela pembagian piala kejuaran Marathon Pringsewu 5K.

Menurut Cecep, pembinaan atlet atletik di Kecamatan Adiluwih dilakukan secara intensif, mulai dari tingkat SD hingga SMA. “Kita bekerja sama dengan pihak UPT Dinas Pendidikan khususnya bidang olah raga. Pembinaan  dilakukan di sekolah-sekolah dan melalui Club Surya Fajar di Pekon (desa) Kotawaringin,” ungkapnya.

Pembinaan di Club Surya Fajar, lanjut dia, dilakukan oleh tim pelatih bersertifikasi nasional. Selain Cecep, Kusdi dan Edi Kuswara, di club tesebut juga ada dua pelari nasional yang aktif menjadi pelatih, yakni Sarmiati dan Wicaksono.

"Kami dan masyarakat sengaja mendirikan  Club Surya Fajar untuk para atlet atletik ini secara swadaya untuk kemajuan olah raga nasional, di Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung," terangr Cecep.

Dia mengakui, Pemkab Pringsewu pernah membantu beberapa fasilitas perlengkapan latihan para atlet, namun belum."Atlet binaan kami cukup banyak, tetapi fasilitas pendukung masih minim. Terpaksa sistem latihan kami lakukan menggunakan alat manual dan seadanya,"jelasnya.


Dia berharap, Pemerintah Daerah Pringsewu,  KONI  dan dinas terkait dapat memperhatikan kondisi tersebut, agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal. "Kami tidak akan muluk untuk minta bantuan, tetapi tolong diperhatikan dan sering-sering padepokan kami ditinjau,"harapnya.
(sulistiyo/mnz/eh)