OLAHRAGA
Tim PSBL saat bertanding (bln/dok)
14/10/2014 02:24:02
2904

Swasta Diharapkan Berperan Dalam Kemajuan Sepak Bola Lampung

Harianlampung.com -  Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung terus mencari terobosan pendanaan klub sepak bola melalui sponsor swasta dan donatur, hal ini terkait adanya undang-undang yang melarang pemerintah mendanai melalui APBD. 

Kepala Dispora provinsi Lampung Hanibal mengatakan, bahwa kita tadi telah bertemu pak gubernur (Sjahroedin.ZP-red), terkait persoalan anggaran PSBL (persatuan sepakbola Bandarlampung). Jadi kesimpulannya, pihak Dispora Lampung, KONI Lampung dan PSBL untuk bertemu kembali, untuk pembahasan anggaran lebih lanjut sebagai tindak lanjut. 

"Ya, kita bersama-sama mencari solusi yang terbaik, agar sepak bola kita tetap bersaing di kancah nasional," ujar Hanibal saat ditemui diruang kerjanya, Senin (14/04) kemarin.

Ia menambahkan, dengan larangan dana dari pemerintah, sumber dana lainnya, bisa melalui beberapa perusahaan besar dan menengah yang merencanakan Coorparate Social Responsibility (CSR), yakni dana kepedulian sosial dari perusahaan.

CSR ini dapat dipergunakan juga untuk membina olahraga didaerah ini. Maka dari itu Hanibal mulai mengimbau kepada perusahaan menengah dan besar, juga turut bertanggung jawab dalam pembinaan olahraga daerah ini.

Dengan payung hukum tersebut, maka pemerintah daerah juga dapat memberikan pengertian secara kedinasan kepada semua pelaku usaha yang berada di wilayahnya, untuk dengan jelas menyisihkan CSR bagi dunia olahraga.

"Ya, mengenai pendanaan olahraga, bahwa dana bukanlah satu-satunya penyebab prestasi itu naik atau turun. Ia menyebutkan perlunya komitmen positif dalam pembinaan olahraga juga," ungkapnya.

Hanibal menegaskan bahwa pengurus cabang olahraga juga harus mempunyai intuisi dalam penggalian dana pembinaan, sebab dana pembinaan yang saat ini dicover pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota masih sangat kecil.

Perlu diketahui, salah satu sepakbola Lampung, yaitu PSBL membutuhkan dana Rp1,8 miliar selama kompetisi divisi I Liga Indonesia mulai 29 April 2014. Anggaran itu meliputi biaya kebutuhan tim seperti kontrak pemain dan pelatih serta dana transportasi dan akomodasi.
((Des/R6/bln))