PARIWISATA
Anak Krakatau (Helmi/dok)
14/10/2014 16:53:23
4902

Gugusan Krakatau: Wisata Alam Warisan Dunia

Harianlampung.com - Bencana besar yang terjadi akibat letusan dahsat Gunung Krakatau pada 1883, telah meninggalkan gugusan pulau vulkanik yang dikenal dengan Kepulauan Krakatau.Kepulauan yang terletak di antara Pulau Sumatera dan Jawa itu, terdiri dari pulau Rakata atau Krakatau Besar, Panjang atau Krakatau Kecil, Sertung, dan Anak Krakatau.  

Warisan alam luar biasa yang masuk wilayah Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, itu memiliki areal seluas 13.735 hektare, terdiri dari 11.200 hektare laut, dan 1.535 hektare darat.

Banyak yang menarik untuk dinikmati. Menjejakkan kaki menyusuri lereng Gunung Anak Krakatau yang masih aktif, memberikan pengalaman tak terlupakan. Dari kejauhan, wisatawan juga dapat menyaksikan indahnya semburan api raksasa, diiringi suara letusan-letusan kecil, yang keluar dari mulut gunung itu.

Gunung Anak Krakatau yang terbentuk secara alami dan muncul sejak tahun 1927, masih sering mengeluarkan lava dan material dari dalam perut bumi. Setiap tahun, gunung ini ketinggiannya terus bertambah.

Muncul dari dasar laut sedalam 180 meter, kini Anak Krakatau  menjelma menjadi sosok yang megah. Saat ini ketinggiannya lebih dari 315 meter dengan percepatan pertumbuhan rata-rata empat meter per tahun.

Kepulauan Krakatau yang dianggap sebagai laboratorium alam raksasa itu, sejak tahun 1919 oleh Belanda ditetapkan sebagai Cagar Alam. Pada 1991, Unesco mengakui Kepulauan Krakatau sebagai warisan alam dunia.

Belum Terjamah

Alam dan laut di sekitar kepulauan itu, juga menjadi daya tarik tempat wisata ini. Tidak kurang dari 50 spesies ikan dan terumbu karang yang belum terjamah, menjanjikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan penggemar snorkling.

Selain gususan Kepulauan Krakatau, wisatawan juga bisa singgah di pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. Ada puluhan pulau di sekitarnya. Antara lain Pulau Sebuku Kecil, Pulau Sebuku Besar, Pulau Sebesi, Pulau Umang-umang, dan Pulau Legundi.

Hampir seluruh pulau memiliki pemandangan yang indah, pantai pasir putih, serta air laut yang jernih.

Tempat wisata yang menjanjikan keindahan alam itu, dapat ditempuh melalui Dermaga Canti. Dari Bandar Lampung atau Bakauheni, Lampung Selatan dapat ditempuh menggunakan bus menuju Kalianda. Dilanjutkan dengan kendaraan umum mini bus menuju Desa Canti.

Dari Dermaga Canti, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kapal cepat (jetfoil) atau kapal motor biasa. Dengan waktu tempuh sekitar 90 menit dan 150 menit, wisatawan dapat mencapai Kepulauan Krakatau.

Perlu waktu yang cukup, bahkan bermalam, untuk bisa menjelajahi Gunung Anak Krakatau, kemudian menikmati keindahan pantai, dan menyelami alam bawah laut di sekitar kepulauan itu. (mf/gun/ftu)