PARIWISATA
Situs Pugung Raharjo (helmi/dok)
15/10/2014 14:42:11
7588

Pugung Raharjo: Situs Megalitik Penuh Pesona

Harianlampung.com - Taman Purbakala Pugung Raharjo terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Jika dari Kota Bandarlampung, melalui jalan darat dengan kendaraan umum, bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Jaraknya sekitar 52 kilometer.

Situs arkeologi seluas 30 hektar ini merupakan peninggalan zaman Hindu dan Budha. Di taman purbakala ini, terdapat Punden Berundak, Arca, Prasasti, Batu Mayat atau Batu Kandang, Altar Batu, Batu Berlubang, Benteng Parit Primitif sepanjang 1,2 kilometer, dan Dolmen.


Pada tahun 1957,  situs arkeologi Taman Purbakala Pugung Raharjo, pertama kali ditemukan oleh penduduk trasmigran dari Pulau Jawa, secara tidak sengaja. Dahulu, kawasan ini belum dihuni penduduk. Cerita yang berkembang mengatakan, kawasan hutan tersebut cukup menyeramkan, angker.

Para transmigran membuka Hutan Pugung untuk dijadikan pemukiman penduduk. Ketika itu, para transmigran menemukan susunan batu besar, gundukan tanah berbentuk persegi, dan arca  yang kemudian disebut batu Putri Badhariah.


Penemuan situs bersejarah itu kemudian dilaporkan ke Dinas Purbakala Jakarta. Pada tahun 1968 dilakukan penelitian awal yang menyimpulkan bahwa Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan zaman megalitik-klasik.

Disini ditemukan alat-alat yang digunakan oleh manusia purbakala berupa batu-batu besar. Ada batu tegak atau Menhir, meja batu atau Dolmen, dan kubur batu yang dulunya digunakan oleh manusia purbakala sebagai tempat pemujaan, tempat musyawarah, dan tempat penguburan. Selain itu, benda-benda peninggalan kebudayaan Budha dan Hindu dapat ditemukan disini, seperti keramik yang berasal dari Dinasti Han, Sung, dan Ming serta sebuah arca Polynesia yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 sampai abad ke-15.


Di Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat dua benteng, satu di sebelah Timur dan satunya lagi di sebelah Barat. Kedua benteng itu berupa gundukan tanah yang berbentuk melingkar dengan ketinggian gundukan hingga  3,5 meter dan di bagian luarnya terdapat parit sedalam 3-5 meter.

Benteng sebelah Timur memiliki panjang sekitar 1.200 meter, sedangkan benteng sebelah Barat sepanjang 300 meter. Pada beberapa bagian terdapat jalan yang menghubungkan bagian dalam dan bagian luar benteng. Konon kedua benteng ini digunakan sebagai pelindung dari musuh dan hewan buas.

Di areal Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat 13 buah punden berundak, dalam ukuran besar dan dalam ukuran kecil. Awalnya punden berundak ini terlihat seperti gundukan tanah yang tertutupi ilalang, namun setelah dibersihkan ternyata berupa teras yang bertingkat.


Punden berundak ada yang memiliki dua dan tiga tingkat, katanya sesuai dengan status sosial ketika itu. Batu mayat yang ditemukan di Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki ukuran panjang 205 cm dan garis tengah 40 cm. Batu mayat itu tertanam di tengah-tengah batu lain yang melingkarinya dalam bentuk segi empat. Batu-batu yang melingkari itu antara lain batu altar, menhir-menhir kecil, dan berbentuk lempengan bergores seperti huruf “T” pada kedua sisinya.


Taman Purbakala Pugung Raharjo terletak di daerah datar berketinggian 80 meter dan dikelilingi oleh tanggul bekas peninggalan perang masa lalu. Selain itu, rimbunnya pohon-pohon membuat suasana di sekitar taman purbakala ini semakin nyaman.

Kita bisa berkeliling dengan berjalan kaki melalui jalan setapak untuk melihat berbagai situs prasejarah ini. Selain itu, ada air kolam yang sejuk dari sumber mata air di sebelah timur  situs. Katanya, bila mandi di kolam, bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan awet muda.


Kita juga bisa melihat batu berlubang yang jumlah dan letak lubangnya tidak beraturan. Batu berlubang yang terletak di dekat mata air, terbuat dari batu kali berwarna hitam keabu-abuan. Pada bagian permukaan terdapat 4 buah lubang yang cukup luas. Jumlah keseluruhan batu berlubang itu adalah 19 buah. Selain batu berlubang, ada juga lumpang batu.

Batu dengan satu lubang ini memiliki dua tipe, satu batu tak berbentuk seperti yang terdapat di pinggir kali, sebelah kolam dan satunya lagi batu yang dibentuk persegi panjang. Ada juga empat batu bergores yang diduga digunakan sebagai alat untuk mengasah senjata.


Situs Taman Purbakala Pugung Raharjo masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap. Taman purbakala ini merupakan peninggalan jaman nenek moyang berasal dari dua tradisi, yakni Megalitik dan Klasik. Tradisi megalitik merupakan jenis kebudayaan zaman prasejarah, di mana para nenek moyang, belum mengenal tulisan. Sebagai ciri-ciri alat kehidupan saat itu, masih terbuat dari bebatuan besar. Antara lain seperti batu tegak atau disebut (menhir), meja batu (dolmen) kuburan batu dan keranda batu.

Sedangkan tradisi klasik, berlangsung setelah para nenek moyang kita, mendapat pengaruh kebudayaan Agama Hindu dan Budha, pada abad ke Enam sampai abad ke Lima Belas Masehi.


Setelah di lakukan survei dan penelitian oleh ahli benda bersejarah pada tahun 1968, akhirnya Pemerintah Pusat dan Daerah melakukan pemugaran awal pada tahun 1977. Sedangkan pemugaran kedua tahun 1984, berhasil menyusun kembali peninggalan bersejarah tersebut ke posisi semula.
(dir/sep/ftu)