PARIWISATA
Pantai Tanjung Setia (riz/harlam)
21/12/2014 08:35:17
4891

Pantai Tanjung Setia: Terkesima Pertama Kali Melihatnya

Harianlampung.com - Pesona wisata di sepanjang pantai barat Lampung, dengan medan menuju tempat terpencil tapi eksotis, dipertegas misteri Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, bakal membuat terkesima orang yang pertama kali melihatnya.

Berjalan lagi menuju pantai dari Samudera Indonesia, setiap saat terlihat deburan ombak tinggi. Ombak yang ada di Pantai Tanjung Setia ini disebut-sebut tempat spot surfing terbaik dan berstandar internasional. Tidak kalah dengan tempat favorit di dunia. Turis  mancanegara pun banyak yang mengenalnya.

Tanjung Setia yang berada di jalur arus besar Samudera Hindia menjadikan pantainya memiliki ombak yang konstan. 

Di sinilah ada ombak terbaik di dunia yang sudah diakui peselancar dari seluruh dunia. Ombaknya sejajar dengan yang ada di Hawaii atau ombak-ombak kelas dunia. Lokasi-lokasi menyelam di sini juga dinilai legendaris di kalangan penggila selam.

Untuk menuju tempat itu memang harus berkeringat dan perjuangan, karena lokasinya dari ibukota Provinsi Lampung berjarak sejauh 273 km atau 6 sampai 7 jam menggunakan kendaraan.

Tanjung Setia selalu ramai dan padat wisatawan mancanegara. Pantai ini belum cukup dikenal seperti Pantai Kuta, Bali dan Lombok. Tapi, ombaknya yang sempurna cocok untuk kegiatan berselancar.


Ombak sempurna memanjakan peselancar di pantai ini yang biasanya berlangsung dari bulan Juni sampai Agustus. Ombak di pantai ini yang bisa mencapai ketinggian 6 hingga 7 meter dengan panjang mencapai 200 meter. 

Kondisi tersebut menjadikan pantai ini sebagai taman bermain bagi para peselancar dari berbagai belahan dunia. Di sinilah peselancar menemukan habitatnya dengan penunggang papan selancar menjajal ombak penuh tantangan. Mereka  biasanya tinggal selama dua minggu, menunggu ombak besar dan sempurna menjemput ke lautan.

Tanjung Setia juga menawarkan lingkungan sekitar yang masih alami dan beberapa keindahan alam yang menakjubkan. Pasir putihnya halus dan terhampar di sepanjang pesisir pantai. 

Matahari terbenam yang sangat indah menawarkan atraksi menarik di samping gelombang menantang. Tepi Pantai Tanjung Setia juga dihiasi rimbunnya pepohonan palem yang memberikan pemandangan indah dan suasana santai selagi menunggu ombak datang. 

Mengingat keindahan yang masih belum tersentuh dan lokasi strategis yang terpencil, membuat pantai ini disebut sebagai mutiara tersembunyi yang paling sempurna.


Perairan dan  gelombangnya yang memanjakan dan menantang dikombinasikan dengan suasananya yang sepi menjadikan pantai ini sebagai tujuan wisata yang sempurna baik untuk pemburu ombak dan pencari kegiatan yang memompa adrenalin maupun pencari liburan.

Belum Serius

Anggota DPRD Provinsi Lampung Abdulah Fadri Auli pernah mengatakan, Pantai Tanjung Setia memang menyimpan potensi besar, bahkan bisa jadi tempat wisata kelas dunia. Ia mengakui, pemerintah kabupaten maupun provinsi, bahkan pusat belum serius menggarapnya. 

Provinsi Lampung sebenarnya sudah memiliki Rencana Induk Pengembangan Pariwisata dan jadi peraturan daerah. Ini bisa jadi acuan seluruh instansi atau pemangku kepentingan pariwisata. Termasuk pemerintah kabupaten/kota.

Sayangnya, kata dia, Perda ini belum gencar disosialisasikan sehingga pengembangan pariwisata di Lampung terkesan tidak jelas arah dan terkoordinasi antar-lembaga maupun pemangku kepentingannya.


"Saya yang ikut merumuskan dan membahas hingga selesai peraturan daerah ini. Substansinya komprehensif dan jelas, sehingga arah pengembangan pariwisata Lampung sebenarnya sudah jelas," ujarnya.

Namun, di Pantai Tanjung Setia ada masalah krusial dan perlu segera dicarikan pemecahan masalahnya, oleh pemda setempat maupun provinsi. 

Keterangan yang diperoleh, kepemilikan lahan di tepi pantai sudah dimiliki pribadi, bahkan disinyalir warga negara asing. Pemda setempat sudah berupaya mengembangkannya, tapi menghadapi kendala status tanah di tepi pantai itu.

Warga negara asing bisa memiliki tanah dengan cara menikah dengan penduduk setempat, akta jual beli atas nama penduduk lokal.
(rizki/mf)