PARIWISATA
Ilustrasi (polindonetwork/dok)
17/9/2015 17:03:09
4276

Festival Film Pendek Nasional, Pesisir Barat Siapkan "Anak Ombak"

Harianlampung.com - Kabupaten Pesisir Barat, wakili Provinsi Lampung mengikuti festival film pendek tingkat nasional yang dihelat oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Dalam keikutsertaannya, Pesisir Barat menampilkan potensi wisata pantai yang dikenal luas bahkan dalam skala internasional yaitu pariwisata surfing. Film berjudul Anak Ombak ini akan diperankan anak-anak asli Pesisir Barat.

Sutradara film tersebut, Budi Meong, kepada harianlampung.com, Kamis (17/9), mengaku bersama timnya sejak dua hari terakhir melakukan casting dan sudah menemukan tiga anak yang akan menjadi aktor dalam film itu.

"Ada tiga tokoh yang akan diperankan yaitu Udo, Dongah, dan Wo. Peran Udo dimainkan oleh Rendi Pratama pelajar kelas IX SMPN 1 Pesisir Selatan, Dongah diperankan Ruri Asta pelajar kelas IX SMPN 1 Pesisir Selatan, dan peran Wo dipercayakan kepada Marsheliana pelajar di SMAN 1 Pesisir Selatan," ungkap Budi.

Budi beralasan, tokoh film diperankan anak-anak membuat cerita dalam film tersebut memiliki daya tarik sendiri. Film tersebut akan mengkover spot yang ada di Pesisir Barat, meski durasinya hanya sekitar 10 menit.

"Film Anak Ombak hanya berdurasi delapan menit. Mudah-mudahan dalam durasi tersebut spot yang sudah kita targetkan bisa masuk dan akan diselingi dengan adegan terkait damar yang juga ciri khas Pesisir Barat. Intinya, tiga anak yang sudah dipilih akan menampilkan tentang keindahan di Pesisir Barat," lanjutnya.

Festival film pendek diikuti 122 kabupaten se-Indonesia, termasuk Pesisir Barat mewakili Provinsi Lampung. Ia bertekad pembuatan film Anak Ombak selesai sesuai yang sudah ditargetkan.

"Pada 5 Oktober nanti, film ini harus sudah dikirimkan ke pusat dan 9 Oktober akan tayang perdana (premier-red)," imbuhnya.

Dalam film itu, memaparkan keindahan dan kekhasan Pesisir Barat, termasuk penggunaan bahasa daerah yang dilengkapai dengan terjemah (subtitle). Sejauh ini, kata dia, yang menjadi kendala adalah adaptasi para pemain ketika berhadapan dengan kamera. Juga, cuaca yang dapat merusak estetika film.

Dia berusaha maksimal menghasilkan karya terbaik sehingga diharapkan tidak sekadar meraih juara, tetapi yang lebih penting berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Pesisir Barat.

"Kami berharap film ini bisa memperoleh respon para turis untuk terus berdatangan ke Pesisir Barat. Terlebih, Pesisir Barat sudah mempunyai bandara, penginapan tersedia sangat banyak," pungkasnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Audi Marfi. Film yang menceritakan potensi pariwisata andalan yang ada di Pesisir Barat, diharapkan mampu mendongkrak pariwisata khususnya surfing.

"Harapan kita, film Anak Ombak ini, bisa lebih mengenalkan potensi wisata dan surfing. Target meraih juara dalam festival ini, menjadi penyemangat dan pembuktian bahwa Pesisir Barat memang sepotong surga bagi pecinta wisata dari seluruh dunia," ujar Audi.
(eva/mfn)