PARIWISATA
Raja Kerajaan Adat Paksi Buay Pernong, Brigjen Pol. Edward Syah Pernong. (lemy/polindonetwork)
11/10/2015 00:25:44
18025

Festival Skala Brak, Gubernur dan Ketua MPR Hadiri Hippun Adat

Harianlampung.com - Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dan sejumlah tokoh nasional asal provinsi paling selatan Pulau Sumatera ini, menghadiri prosesi Hippun (musyawarah) Adat Paksi Pak Skala Brak, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (10/10).

Hippun Adat ini merupakan puncak rangkaian even wisata Festival Skala Brak dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 24 Kabupaten Lampung Barat. Acara  digelar di  Gedung Dalom (istana/kraton) Kerajaan Adat Paksi Buay Pernong, Kecamatan Batubrak.

Selain Raja Kerajaan Adat Paksi Buay Pernong, Brigjen Pol. Edward Syah Pernong gelar Sutan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Sekala Beghak yang Dipertuan Agung ke-23, hadir pula para raja kerajaan adat yang tergabung dalam Paksi Pak Skala Brak.

Mereka adalah Raja Kerajaan Paksi Buay Bejalan Diway, Paduka Yang Mulya Selayar Akbar, gelar Sutan Jayakesuma ke IV. Raja Paksi Buay Beleguh, Paduka Yang Mulya Yanuar Firmansyah, gelar Sutan Junjungan Sakti. Raja Paksi Buay Nyerupa, Paduka Yang Mulya  Salman Parsi, gelar Sutan Pikulun Jayadiningrat dan para Sai Batin (tokoh/pemuka adat) se-Kabupaten Lampung Barat.

Para tokoh nasional asal Lampung yang menghadiri prosesi Hippun Adat ini diantaranya, Ketua MPR  Zulkifli Hasan dan Ketua Komisi Yudisial (KY),  Suparman Marzuki. Tak ketinggalan, Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri dan Wakil Bupati Makmur Azhari serta jajaran pemerintah kabupaten (pemkab)  setempat.


Kedatangan para raja, gubernur, tokoh nasional dan jajaran pemkab setempat disambut Tari Khakot (pencak) khas adat Lampung Sai Batin yang dipadu dengan kesenian Ringgget (sastra lisan) khas adat Lampung Pepadun.

Setelah melalui beberapa rangkaian prosesi penyambutan, para tokoh tersebut memasuki ruang Margasina, Gedung Dalom untuk memulai prosesi Hippun Adat.

Hippun Adat diawali dengan prosesi pencabutan Pedang Alip dari warangkanya. Pedang Alip merupakan pusaka peninggalan Sutan Pangeran Alip Jaya.

Sutan Pangeran Alip Jaya merupakan salah satu Raja Kerajaan Skala Brak  yang pernah mentandatangani perjanjian untuk tidak saling menyerang dengan pimpinan pasukan tentara Kerajaan Inggris.

Pada kesempatan itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketu KY Suparman Marzuki, Wakpolda dan Ketua DPRD Lampung menerima lencana penghargaan sebagai kerabat  Kerajaan Skala Brak.


Dalam sambutanya, Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengatakan, Hippun Adat merupakan bagian dari kekekayaan budaya Lampung yang berkembang di kabupaten setempat.

"Kebiasaan orang Lampung setiap kali akan melaksanakan Nayuh (pesta), maka lebih dahulu menggelar Hippun Adat (musyawarah). Saat ini masyarakat akan menggelar Nayuh memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Barat ke 24," kata Mukhlis Basri.

Karena itu, lanjut dia, Pemkab Lampung Barat sanggat mendukung terselenggaranya Hippun Adat. "Hippun Adat merupakan rangkaian Festival Skala Brak yang diselenggarakan Pemkab Lampung Barat sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus promosi wisata di kabupaten ini," terangnya.

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dalam sambutanya, mengapresiasi komitmen dan upaya yang dilakukan, Pemkab Lampung Barat dan tokoh-tokoh adat dalam melestarikan kebudayaan daerah.

"Saya bangga dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang selalu bersinergi melestarikan kebudayaan daerah. Ini patut menjadi contoh bagi daerah lain," kata Ridho.


Menurut Ridho, pendekatan budaya dan kearifan lokal dapat menjadi salah satu kunci lancarnya pelaksanaan program pembangunan.

"Pendekatan budaya dalam pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan melalui penerapan peraturan daerah. Misalnya mewajibkan pegawai mengenakan pakaian khas daerah di hari-hari tertentu," terangnya.

Gubernur juga mengatakan, akan melakukan berbagai upaya mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Barat, terutama dalam pengembangan potensi wisata.

"Saya tadi sudah diskusi dengan Ketua MPR dan kita sepakat untuk berupaya mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat," ungkapnya

Menurut gubernur ke dua kabupaten tersebut memiliki potensi wisata yang cukup besar dan bisa bersaing di tingkat nasional. Karena itu, diperlukan pembukaan akses yang lebih luas dan mudah untuk menuju ke dua kabupaten ini.

Dia menjelaskan, salah satu upaya memperluas dan mempermudah akses kunjungan wisata ke dua kabupaten tersebut adalah dengan mengembangkan Bandara Serai di Kabupaten Pesisir Barat.

"Kita akan berupaya mengembangkan  Bandara Serai. Sehingga wisatawan memiliki akses yang lebih mudah menuju Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat," jelasnya.

Kapolda Lampung Brigjen Pol. Edward Syah Pernong selaku Raja Kerajaan Adat Paksi Buay Pernong mengaku bangga, prosesi Hippun Adat ini dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Ketua MPR dan Ketua KY.

"Sangat luar biasa, Hippun Adat bukan hanya dihadiri para Sai Batin, tetapi juga pejabat negara dan daerah. Ini bukti, bahwa Ketua MPR, Ketua KY, gubernur dan bupati, bukan hanya memiliki darah Lampung, tetapi juga memiliki semangat dan komitmen melestarikan budaya Lampung," kata Edward Syah Pernong.

Menurut  Edward, adat dan kebudayaan daerah adalah elemen penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, lanjut dia,upaya melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat menjadi satu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.
(lem/mnz)