PARIWISATA
Arief Yahya, M. Ridho Ficardo. (humas/dok)
26/1/2016 23:11:19
734

Pemerintah Dorong Pengembangkan Pariwisata Lampung

Harianlampung.com - Pemerintah pusat berkomitmen mendorong pengembangan sektor pariwisata di Lampung. Hal ini diharapkan mendongkrak pendapatan perkapita daerah.

Penegasan itu disampaikan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya saat bertatap muka dengan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo di Jakarta, Selasa (26/1).

Arief Yahya mengingatkan tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengembangan sektor pariwisata di suatu daerah. Yaitu, pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi wisata, dan sumber daya manusia pelaku wisata.

Terkait pengembangan sumber daya manusia, menteri menyebutkan, lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata, memiliki berbagai prestasi.

"Lulusan  STP Bandung 100 persen diserap pasar, 30 persen di antaranya masuk pasar luar negeri. Kualitas lulusan STP ini unggul karena banyak yang sampai level manajer," paparnya.

Sementara Gubernur  Ridho menjelaskan proyeksi pengembangan pariwisata di Provinsi Lampung. Saat ini telah disusun visionary masterplan pengembangan pariwisata pantai barat Lampung dan perencanaan detail kawasan destinasi wisata. Konsep ini  dijadikan gerak awal pembangunan pariwisata," ujarnya.


Pada tahun 2016, kata dia, Pemprov Lampung meningkatkan dana promosi pariwisata sebanyak 60 persen dari tahun sebelumnya. "Saat ini anggaran  promosi pariwisata kurang lebih Rp18 miliar. Harapannya pariwisata di Lampung makin dikenal masyarakat nasional dan internasional," ujarnya.

Terkait pembangunan sumber daya manusia pariwisata, Ridho menjelaskan, Provinsi Lampung berencana membangun Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) "Sudah dipersiapkan sekitar 20 - 30 hektare lahan di Kotabaru untuk pembangunan sekolah tinggi pariwisata," katanya.

Menanggapi hal itu, Menteri Arief Yahya menilai potensi wisata di Lampung sangat baik. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Kepariwisataan Kementeria Pariwisata segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan kajian yang komprehensif.
(rls/mfn)