PARIWISATA
Kapal pesiar atau yacht. (polindonetwork/ist)
17/3/2016 14:30:27
2953

Kemenpar Targetkan Devisa Rp6 Triliun dari Wisata Yacht

Harianlampung.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan kedatangan enam ribu yachters pada tahun 2019 dengan devisa Rp6 triliun. Caranya, dengan promosi terus-menerus kekayaan bawah laut, pantai dan pulau-pulau di Nusantara,

"Potensi maritim kita bukan hanya istimewa, tapi terbaik di dunia. Dua per tiga koral dunia, dengan biota super unik, ada di Indonesia," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Menurut Menpar, semua itu sudah cukup untuk menarik yachters atau wisatawan kapal pesiar untuk datang. Bahkan, lanjutnya, Sergei Brit -- salah satu pendiri Google -- menyatakan hal serupa saat menyambangi Gedung Sapta Pesona beberapa waktu lalu.

CNN International, pada tahun 2015, menempatkan Raja Ampat di posisi pertama dalam hal keindahan bawah laut. Labuhan Bajo di posisi kedua.

"Kepulauan Galapagos justru di peringkat tiga," kata Menpar Arief Yahya. "Inilah yang membuat kami tergugah mengembangkan wisata yacht."

Pengembangan wisata yacht akan dilakukan dengan pembangunan banyak marina atau dermaga yacht di tanah air. Kemenpar juga akan menggarap Yachter Community Australia, 21-25 Maret 2016.

"Kami akan menangkap potensi pasar 6.000 yacht agar bisa meraup devisa Rp6 triliun," kata I Gde Pitana, Deputi Pemaaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar dalam siaran pers.

Asumsinya, masih menurut Pitana, setiap yacht menghabiskan Rp 1 miliar setiap kali datang. Jadi, target pemasukan Rp6 triliun bukan isapan jempol.

Ia juga mengatakan birokrasi dan perizinan, yang selama ini menghambat, mulai dipangkas. Juga ada Peraturan Presiden 105/2015 yang memayungi pengurusan dokumen CIQP (custom, immigration, quarantine, port) di 18 pelabuhan.

Delapan belas pelabuhan itu adalah Sabang (Aceh), Belawan (Medan), Teluk Bayur (Padang), Nongsa Point Marina (Batam), Banda Bintan Telani (Bintan), Tanjung Pandan (Belitung), Sunda Kelapa dan Ancol (Jakarta), Tanjung Beno (Bali), Tenau (Kupang), serta Kumai (Kotawaringin Barat). Selain itu, Tarakan, Nunukan (Bulungan), Bitung, Ambon, Saumlaki (Maluku Barat), Tual (Maluku Tenggara), Sorong, dan Biak.

Yacht bisa langsung sandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia dengan sistem online. Prosesnya tak lagi lama. Semua clear dalam hitungan jam.
(rls/mfn)