PARIWISATA
Spirit Joglosemar. (polindonetwork/ist)
07/5/2016 19:25:03
224

Pengembangan Kawasan Joglosemar Mulai Disusun

Harianlampung.com - Pengembangan kawasan wisata Jogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) -- yang ditangani 12 badan usaha milik negara (BUMN) -- mulai disusun. Ada delapan klaster yang akan menggiring wisman ke Joglosemar.

"Roadmap akan dipaparkan akhir Mei 2016," kata Edi Setijono, Koordinator Program Spirit Joglosemar. "Untuk jangka pendek, pemerintah akan melakukan standardisasi destinasi, dengan merujuk pada destinasi internasional; tiket, toilet, dan manajemen."

Menurut Setijono, pengembangan Joglosemar sebenarnya dimulai dengan peresmian Stasiun Maguwoharjo. Stasiun ini disiapkan menjadi stasiun intermoda kereta api, pesawat terbang, dan bus.

Menteri BUMN Rini Soemarno telah menugaskan PT KAI, PT Angkasa Pura, Garuda Indonesia, dan PT Damri, untuk menyulap Stasiun Maguwharjo.

"Targetnya adalah peningkatan kinerja pariwisata di kawasan Joglosemar," ujar Setijono

Joglosemar, masih menurut Setijono, akan dibagi ke dalam delapan klaster. Empat di antaranya adalah klaster Prambanan, Sangiran, Ambarawa, dan Dieng. Setiap klaster memiliki desa wisata.

Di kawasan sekitar Borobudur, misalnya, akan ada 10 desa wisata tematik. Desa-desa ini terintegrasi dengan Program Spirit Joglosemar.

Setijono mengatakan akan ada 100 desa wisata di Joglosemar. Jika seluruhnya siap, plus infrastruktur-nya, Joglosemar akan kebanjiran 1,3 juta wisman pada tahun 2018.

"Puncak kunjungan wisata ke Joglosemar akan terjadi pada tahun 2019, dengan lebih dari dua juta wisman," katanya.
(rls/mfn)