PARIWISATA
Ilustrasi (harlam/dok)
11/2/2015 16:16:05
4660

Lampung akan Bangun Fasilitas Wisata Terpadu

Harianlampung.com - Selama lima tahun terakhir wisatawan yang mengunjungi Lampung terus bertambah. Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata setempat, jumlah kunjungan wisatawan nusantara mencapai 3,3 juta orang. Sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 75.000 orang atau mengalami kenaikan 10 sampai 15 persen per tahun.

Untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,Pemprov Lampung, Rabu  (11/2) menggelar rapat persiapan pengembangan wisata bahari. Pantauan harianlampung.com, rapat yang dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekobang) Setdaprov Lampung Adeham itu,dihadari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Herlina Warganegara, Kepala Balitbangda dan Dinas Perhubungan, Biro Hukum serta Direktur PT Batu Makmur.

Adeham mengatakan, berdasarkan data jumlah kunjungan wisatawan, maka perlu ada upaya mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Lampung. Salah satunya dengan program pengembangan prasarana aksesibilitas, khususnya pengembangan dermaga kelautan. "Pulau-pulau yang menjadi destinasi pariwisata di Lampung juga harus menjadi perhatian dalam pengembangan potensi wisata bahari ini," kata Adeham.

Budi Kontoro,Direktur PT.Batu Makmur perusahaan calon pengelola wisata eks dermaga kapal cepat Sukaraja dalam pemaparannya menyampaikan, pihaknya telah merancang konsep wisata terpadu (one stop service). Nantinya,lanjut Budi, di lokasi esk Dermaga Kapal Cepat Sukaraja akan dibangun Mall, Hotel Bintang Lima dan Perkantoran. Sebagai sarana pendukung juga akan dibangun terminal dan pelabuhan kapal ferry yang sekelas dengan kapal pesiar. "Dengan adanya pelabuhan dapat dijadikan sebagai akses alternatif menuju pulau-pulau dan pantai yg menjadi destinasi wisita.Ini tentunya sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Lampung dalam pengembangan potensi bahari," terang Budi.

Berdasarkan persetujuan pemilik lahan (Batu Makmur) untuk membangun pelabuhan wisata, dalam waktu dekat Dinas Pariwisata Lampung akan melakukan survei dan pemetaan. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan pihak- pihak yang berkepentingan.
(Bayu/mnz/eh)