PARIWISATA
Pameran batu (iqbal)
29/3/2015 23:20:56
1851

Pameran Sekaligus Kompetisi Batu Akik dan Permata

Harianlampung.com - Sebanyak 40 peserta dari seluruh Indonesia ikut memeriahkan pameran bertema Gemstone Mall Kartini (Moka) yang berlangsung sepekan ke depan. Panitia juga mengadakan kompetisi batu akik dan permata nusantara (kombet) yang menawarkan berbagai hadiah menarik.

Ketua panitia pelaksana Aming kepada harianlampung.com Ahad (29/3) mengatakan, peserta berasal dari berbagai daerah penghasil batu terbaik di Indonesia. Seperti, Aceh, Padang, Bengkulu, Jakarta, Garut, Lombok, dan kabupaten/kota di Lampung.

"Pengunjung dapat menikmati batu akik dari luar daerah seperti Lumut Garut, Giok dan Solar Aceh, Sungai Dareh Padang, Bacan Doko, dan tentu saja 2 batu akik andalan Lampung, yaitu Bungur Tanjung Bintang dan Anggur Api Waykanan," kata Aming.

Pameran diselenggarakan hingga akhir minggu depan (5/4), namun untuk pendaftaran Kombet hanya akan diberi waktu sampai tanggal 3 April. Karena batu yang diikutsertakan dalam kontes, harus melalui uji lab dan penilaian dewan juri dulu.

Peserta lomba dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000. Peserta diberi kupon dilengkapi nomor seri. "Pemenang kombet disediakan trophi dan hadiah uang tunai. Sedangkan untuk undian kupon, panitia menyediakan 1 unit motor sebagai hadiah utama, dan sejumlah alat elektronik lainnya, " katanya.

Aming menjelaskan, Kombet terbagi ke dalam empat kategori, yakni permata, akik, gambar huruf/angka, dan gambar bebas. Panitia juga menyertakan kategori khusus, yaitu sumur bandung dan tapak jalak.

Kategori permata bisa diikuti amethyst (bungur), bacan doco, idocrase solar, idocrase sungai dareh, red chalcedony, yellow chaclcedony, dan sky blue chalcedony.

Kategori gambar, yang dinilai adalah motif batunya, khusus disediakan untuk batu pancawarna. Kategori khusus dapat diikuti semua batu asal ada motif tapak jalak dan spiral di permukaannya,  jelas Aming. 

Panitia Kombet mensyaratkan dua hal bagi peserta yang berniat mengikuti kontes. Pertama, batu harus asli (nonsintetik) dan tidak melalui treatment. Selanjutnya batu juga harus sudah berbentuk perhiasan. "Keasliannya harus disertai hasil uji lab dan sertifikat. Sedangkan untuk perhiasan, panitia membebaskan, bisa berupa cincin, kalung, gelang bahkan ikat pinggang," katanya. 
(iqbal/riz/mf)