PARIWISATA
Visit Lampung. (ist/harlam)
26/5/2015 10:13:32
5752

Dinas Pariwisata Gelar Lomba Cinderamata

Harianlampung.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandarlampung akan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 333 kota setempat, dengan menggelar berbagai macam lomba.

Salah satunya, memperlombakan pembuatan cinderamata khas Lampung. Tujuannya, selain mempertahankan budaya, juga untuk memperkenalkan oleh-oleh khas Lampung kepada wisatawan.

"Targetnya, bagi pemenang lomba cinderamata hasil buatannya akan dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Bandarlampung,” kata Yus Amri, Kepala Disbudpar Bandarlampung, Senin (25/5).

Menurutnya, lomba ragam hias cinderamata bertujuan agar bisa menonjolkan kepada para wisatawan, tentang cinderamata khas Lampung.

Dalam pembuatan cinderamata para peserta lomba harus dapat menonjolkan lambang siger Lampung."Jadi nanti cinderamata itu harus ada lambang sigernya, apa dia nanti bentuknya miniatur atau lainnya, ini berarti ciri khas daerah kita," terangnya.

Namun, kata Yus Amri dalam pembuatan ragam hias cinderamata biaya pembuatannya jangan melebihi dari Rp100 ribu, karena cinderamata harganya harus seefesien mungkin.

"Ini supaya para pembuat tidak memakai modal besar-besar, sehingga dengan modal sedikit akan menghasilkan karya seni yang tinggi," imbuhnya.

Dijelaskannya, nanti jika sudah ada souvenir berciri khas tersebut, orang akan datang ke Lampung dan terkesan."Ke depan diharapkan ada suatu tempat penjualan khusus cinderamata," harapnya

Menurutnya, perlombaan itu merupakan salah satu agenda dalam menyambut kegiatan begawi Bandarlampung 2015, yang akan digelar dari tanggal 7 hingga 12 juni.

Perlombaan yang dilaksanakan disbupar Bandarlampung diantaranya ialah, pawai budaya, festifal tari kreasi Daerah Lampung, lomba jajanan tradisional dan makanan tradisional Lampung, festifal lagu daerah Lampung, peragaan busana kreasi/etnik daerah Lampung, lomba bertutur hikayat Lampung, serta lomba ragam hias cinderamata.

"Nanti pada malam pembukaan kita akan tampilkan tarian Talo Bala atau musik tabuhan lampung," kata Yus Amri.
(iqbal/andi/mf/eh)