POLITIK
09/10/2014 10:25:33
9419

Study Banding Banang, Pemborosan Anggaran

Harianlampung.com -  Pemborosan anggaran yang dilakukan anggota DPRD Kota Bandarlampung menuai banyak kritikan. Bahkan kritikan itu datang dari sesama anggota legislatif setempat.

Sejumlah Anggota DPRD Kota Bandarlampung sangat menyesalkan dengan keberangkatan Badan anggaran (Banang) ke Bandung dengan dalih Study Banding dan konsultasi mengenai pembahasan KUA-PPAS tahun anggaran 2015.

“Saat ini khan masih banyak agenda hearing dengan satker satker di setiap komisi, semestinya unsur pimpinan DPRD dan menginstruksikan kepada beberapa anggota banang saja. Ini hampir semua berangkat,” ungkap Anggota DPRD yang enggan namanya diberitakan, Rabu (08/10).

Ia berpendapat,DPRD sebagai lembaga yang merepresentasikan suara rakyat semestinya berpihak dengan kepentingan masyarakat dengan concern melakukan fungsinya sebagai lembaga legislator sebagai mitra kerja pemerintah kota Bandarlampung.

“Kita malu sama masyarakat baru juga dua bulan sudah study banding.lihat saja banyak ruangan komisi yang kosong pada saat hearing,” ucapnya.

Sependapat dengannya,Pengamat kebijakan Publik Unila yusdianto menyayangkan study banding yang di lakuakn Banang DPRD Kota Bandarlampung selain baru dua bulan menjabat, konsultasi yang dilakukan tidak harus di ikuti oleh hampir semua anggota Banang.

“Pembahasan KUA-PPAS kan tidak harus kejakarta, kalau tujuannya peningkatan kompetensi anggota dewan dalam membahas anggaran itu baru masuk akal,” kata yusdianto melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan, dengan keberangkatan hampir semua anggota Banang ke Bandung tersebut  merupakan pemborosan anggaran dan terlalu berlebihan dan jika hanya sekedar konsultasi bisa saja di delegasikan pada beberapa anggota banang saja.

“Semua anggota dewan yang baru harus meninggalkan kebiasaan yang lama dan lebih kreatif dalam meningkatkan kompetensinya, jangan hanya mensyahkan anggaran yang di luar kewajaran itu khan gak bagus mereka khan baru menjabat,” ucapnya.

Dengan adanya perjalanan tersebut, kata dia sama saja anggota DPRD Kota Bandarlampung tidak berpihak dengan efesiensi anggaran yang lebih mengutamakan kepentingan masyarakat .

“Ya harus lebih efektif dalam kinerjanya,jangan hanya mengurusi angaran saja, fungsi pengawasan nya juga jangan di lupakan,” tandasnya.

Sementara menurut Kepala Bappeda Kota Bandarlampung Daniel Marsudi, KUA-PPAS merupakan implementasi dari RPJMD yang menurutnya dalam mata anggaran tersebut di tiap tahunnya tidak mengalami perubahan yang signifikan meskipun terdapat perbedaan itu hanya ada pada programnya saja akan tetapi kegiatannya relatif sama.

“Secara teknis KUA PPAS tidak ada perbedaan yang signifikan tiap tahunnya, perbedaan paling pada program sementara kegiatan dan anggran relatif tidak berbeda,” jelas Daniel saat di temui usai Hearing di Gedung DPRD setempat.

Terpisah Koordinator Banang DPRD Bandarlampung Hamrin Sugandi ketika dikonfirmasi membenarkan jika saat ini sedang konsultasi dengan Depdagri, namun saat disinggung jumlah keseluruhan anggota banang yang berangkat politisi PAN ini berdalih belum mengetahui persis.

“Ya saat ini sedang dijakarta konsultasi ke kemendagri,jumlah seluruh yang berangkat saya belum tahu pasti,” singkatnya.

Diketahui, Banang DPRD Kota Bandarlampung dalam rafat diruang lobi setempat merencanakan akan study banding ke Bali namun mengingat keterbatasan anggaran,plesiran tersebut di alihkan ke Jakarta dan Bandung dengan alasan pembahasan KUA –PPAS.meskipun ada beberapa penolakan dari anggota banang lainnya terkait study banding tersebut namun sebagain besar anggota banang bersikeras untuk tetap melaksanakan rencana tersebut.
((CR5/nay/bln))