POLITIK
Faisal Basri (harlam/dok)
31/12/2014 08:41:28
3154

Tim Reformasi Migas: Copot Seluruh Petinggi Petral

Harianlampung.com - Tim Reformasi Tata Kelola Migas merekomendasikan kepada pemerintah agar mengganti seluruh petinggi Pertamina Energy Trading Limited (Petral) dan Integrated Supply Chain (ISC) dari tingkat pimpinan tinggi hingga level manajer.

Kepada pers di Kementerian Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (30/12) sore, Ketua Tim Faisal Basri mengatakan, ada 5 rekomendasi yang diajukan pihaknya kepada pemerintah.

Pertama, pemerintah segera menata ulang seluruh proses dan kewenangan penjualan dalam pengadaan minyak mentah berikut produk bahan bakar minyak (BBM).

Kedua, Tim Reformasi Migas merekomendasikan agar tender penjualan dan pengadaan minyak mentah dan BBM tidak lagi dilakukan oleh Petral, melainkan dilakukan oleh salah satu divisi Pertamina yakni Integrated Supply Chain (ISC).

"Petral akan dikembalikan ke fungsi awalnya yakni sebagai trading company. Tapi untuk tender pengadaan BBM akan dilakukan oleh ISC di Indonesia. Petral nantinya boleh ikut juga," kata Faisal.

Dalam mekanismenya, tender pengadaan minyak dan BBM akan digelar secara terbuka dengan mengundang semua vendor yang terdaftar dan kredibel serta tak terbatas pada national oil company (NOC) seperti halnya mekanisme selama ini. Dengan begitu, sambung Faisal, upaya pengawasan tender akan dapat dilakukan secara optimal.

"Kalau di Indonesia, pelaksanaan tender dan pengadaan minyak bisa langsung diaudit oleh auditor dan diawasi penegak hukum seperti BPK, KPK dan lain-lain," tuturnya.

Rekomendasi ketiga, pemerintah segera mencopot semua jajaran pimpinan Petral dan ISC dari tingkat pimpinan tinggi hingga manajer. Sebelum mengumumkan rekomendasi ini Pertamina telah menunjuk Daniel Purba sebagai Direktur ISC, menggantikan Tafkir Husni.

Keempat, tim merekomendasikan agar pemerintah mendorong manajemen baru Petral menyusun roadmap menuju world class oil trading company serta mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan.

Rekomendasi terakhir, tim mendesak pemerintah melakukan audit forensik agar segala proses yang terjadi di Petral menjadi terang benderang. Satu di antaranya adalah memakai lembaga audit yang kompeten dan memiliki jangkauan audit hingga keluar negeri.

"Nantinya hasil audit forensik tadi bisa dijadikan sebagai pintu masuk membongkar potensi pidana. Khususnya membongkar praktik mafia migas," tandas Faisal.
(pin/mf)