POLITIK
Ilustrasi (polindonetwork/dok)
30/9/2015 12:04:08
678

Proyek KA Cepat: Jepang Kecewa Indonesia Pilih Proposal Tiongkok

Harianlampung.com - Pemerintah Jepang kecewa dan menyesalkan keputusan Indonesia menolak proposal Tokyo dan memilih proposal Tiongkok atas pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Menteri Perencanaan Pembangunan atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil, mengatakan kepada Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, bahwa penawaran Jepang ditolak.

“Saat kunjungannya ke Tokyo, pada Selasa 29 September 2015, Sofyan menyatakan kepada Suga bahwa Indonesia telah menerima proposal Tiongkok,” lapor Shanghaiist, Rabu (30/09).

Suga mengatakan, Jepang sudah menawarkan proporsal terbaik. Delegasi Indonesia datang ke Tokyo untuk menjelaskan, pemerintah Indonesia sudah menerima proposal Tiongkok.

"Ini tidak dapat dimengerti sama sekali. Saya secara jujur mengatakan kepada delegasi Indonesia bahwa ini sangat disesalkan," kata Suga kepada media Jepang.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sudah menolak proposal Jepang dan Tiongkok atas pembangunan kereta super cepat Jakarta-Bandung karena biaya konstruksi terlalu tinggi dan meminta kedua negara membuat proposal baru untuk kereta cepat medium.

Tiongkok, belum lama ini, menyerahkan proposal baru untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa jaminan utang dari pemerintah Indonesia, atau menggunakan anggaran belanja negara Indonesia untuk proyek tersebut.

Kepala Staf Presiden, Teten Masduki mengatakan, Jepang gagal memenangkan hati Indonesia karena proposal Jepang lebih pada kerja sama government to government (g-to-g). Sementara pemerintah Indonesia lebih memilih kerja sama business to business.

Suga meragukan kelayakan proposal Tiongkok untuk membangun kereta cepat tanpa pendanaan Indonesia. Proyek pembangunan kereta cepat diperkirakan membutuhkan biaya Rp78 triliun. "Ini tidak umum. Saya ragu ini akan sukses," pungkas Suga.
(pin)