POLITIK
Kendaraan Dinas (bln.doc)
14/10/2014 01:13:03
1803

Dewan Pertanyakan Randis

Harianlampung.com -  Sejumlah Anggota DPRD Kota Bandarlampung menjerit. Pasalnya, hampir dua bulan mengabdi, mereka belum juga mendapatkan kendaraan dinas (Randis) jabatan yang seharusnya menjadi haknya.  

Bahkan, sebagian dewan menilai sekretariat lamban menyikapi belum dikembalikannnya randis oleh anggota DPRD periode sebelumnya. 

Anggota Komisi I, Ali Yusuf Tabana mengungkapkan pasca dilantik 19 Agustus lalu, baru empat randis unsur pimpinan yang sudah dikembalikan ke Sekretariat DPRD setempat.

“Sisanya entah kemana. Seharusnya sekretariat harus tegas dalam menyikapi hal ini. Jangan diam aja dong,” ungkap Ali Yusuf.

Atas dasar itu, Ali meminta unsur pimpinan DPRD untuk bersikap tegas terhadap keteledoran sekretaris dewan (Sekwan), Nettylia Syukri.

“Unsur pimpinan juga tidak tegas, coba minta Sekwan tarik semua mobil itu,” katanya, Minggu (12/10).

Secara administrasi, Sekwan dapat mengambil tindakan dengan mengirimkan surat penarikan atau pemberitahuan kepada mantan Anggota DPRD yang memegang randis agar dikembalikan.

Bahkan, bias meminta bantuan pemkot setempat melalui Polisi Pamong Praja untuk menarik paksa randis, jika memang perlu.

“kalau tidak salah jumlah randis yang belum dikembalikan itu mencapai 15 unit,” bebernya.

Menurut dia, tidak tersedianya randis, dapat menghambat kinerja para legislator. 

“Patut kita pertanyakan kinerja sekwan, kalau kita yang mau nanya terus soal randis itu kan tidak etis juga,” ujarnya.

Kabag Umum Eliya ketyika dikonfirmasi melalui sambungan telepon membantah jika randis tersebut belum dikembalikan, menurutnya fasilitas negara itu sudah dikembalikan secara keseluruhan.

“Sudah kembali kok, coba tanya Sekwan atau Ketua DPRD,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah Sekwan DPRD Kota Bandarlampung, Nettylia Syukri  enggan berkomentar. Dia berdalih, persoalan belum dikembalikkannya randis tersebut merupakan tanggungjawab unsur pimpinan dengan alasan pihaknya hanya mengelola secara administrasi.

“Coba tanya pak Wiyadi, kalau saya hanya mengurus Administrasi saja,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi tidak berhasil dikonfirmasi terkait hal itu. Meski dalam keadaan aktif, berkali- kali dihubungi ke nomor ponselnya, tidak dijawab. Begitu juga pesan singkat yang dikirimkan wartawan tidak dibalas.  

Diketahui dari dari sejumlah informasi yang didapatkan dari Ketua Komisi dan Ketua Badan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) serta fraksi di DPRD seteempat terungkap bahwa sampai dengan saat ini mereka belum mendapatkan jatah kendaraan operasional.

“Komisi I belum dapat randisnya, mungkin beberapa hari lagi,” ungkap Ketua Komisi I Dedi Yuginta.
((CR5/R4/nay/bln))