POLITIK
kredit usaha rakyat (polindonetwork/dok)
26/11/2015 10:33:34
629

Dalam 3 Bulan, BRI Salurkan KUR Rp10 Triliun

Harianlampung.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) serius berperan sebagai penyalur kredit bagi pengusaha kecil. Dalam tempo 3 bulan sejak program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bergulir 18 Agustus lalu, emiten bersandi saham BBRI itu tercatat sudah menyalurkan pembiayaan senilai Rp10 triliun.

Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, mengatakan, perolehan tersebut merupakan angka terbesar, jika dibandingkan dengan bank lain.

"Kami berharap penyaluran KUR BRI sampai akhir tahun 2015 bisa mencapai Rp13 triliun," kata Asmawi, di sela-sela acara pembukaan musyawarah nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Makassar, Rabu (25/11).

Asmawi menjelaskan, pencapaian yang tinggi di atas dihasilkan oleh lebih dari 8.000 tenaga pemasar khusus KUR yang berada di 19 wilayah kerja Kantor Wilayah BRI di seluruh Indonesia.

Dalam rencana Bank BRI, jumlah tenaga pemasar tersebut akan ditingkatkan menjadi minimal 10.000 orang untuk mendukung pencapaian penyaluran KUR BRI yang lebih tinggi di tahun 2016. Apalagi pemerintah telah menyampaikan, bahwa target penyaluran KUR 2016 akan ditingkatkan menjadi sebesar Rp100 triliun.

Di Makassar, Asmawi juga menyerahkan pembiayaan KUR BRI kepada debitur ke-600.000. Itu berarti, sejak KUR 2015 diluncurkan, rata-rata saban hari BRI mampu merealisasikan penyaluran KUR kepada 10.000 debitur.

"Angka ini merupakan prestasi tertinggi yang pernah dicapai oleh lembaga perbankan," kata Asmawi.

Menurut Aswami, sampai akhir tahun ini membidik total total 850.000 debitur. Jika saja per debitur KUR meminjam senilai Rp25 juta, maka alokasi penyaluran KUR BRI 2015 yang berjumlah Rp21,4 triliun diyakininya bisa terlampaui. Namun pada perjalanannya, rata-rata nilai pinjaman nasabah hanya Rp15 juta per orang, karena kebutuhan masing-masing individu berbeda.

Penyaluran KUR BRI mayoritas mengalir ke sektor perdagangan terkait pertanian, perikanan dan hasil pengolahan dengan porsi sebesar 69 persen. Sementara sektor pertanian tercatat sebesar 21 persen, perikanan dan industri pengolahan sejumlah 10 persen.

Terkait penyediaan tenaga pemasaran, BRI melakukan terobosan menarik lewat perekrutan tenaga pemasar baru yang berasal dari anak pedagang pasar di masing-masing daerah.

"Mereka kami jadikan ujung tombak bagi pemasaran KUR di lingkungan pasar di mana mereka biasa beraktivitas,” pungkas Asmawi.
(pin)