POLITIK
Freeport (polindonetwork/dok)
18/12/2015 11:46:14
525

Nilai Saham Freeport Akan Dikaji Independen

Harianlampung.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan kesiapannya untuk membeli 10,64 persen saham yang akan dilepas PT Freeport Indonesia. Mengenai nilai sahamnya  akan dilakukan kajian independen.

Untuk itu Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengirim surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said soal tersebut. Namun hingga saat ini belum diketahui berapa harga saham yang akan dibeli.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius K Ro mengatakan, Kemen BUMN tengah menyiapkan dana untuk membeli. Namun, diharapkan harga saham dihitung dengan benar.

"Jadi sebenarnya kalau mau ambil  itu satu syarat mutlak adalah kita melakukan kajian secara independen," kata Aloysius di Jakarta, Kamis (17/12).

Sebelumnya, beberapa pihak menaksir, nilai saham 10,64 persen yang akan didivestasikan mencapai Rp20,4 triliun. Namun menurut Aloysius, angka ini terlalu tinggi. Sebab, kapitalisasi pasar dari Freeport McMoRan saja hanya sekitar Rp160 triliun.

Aloysius mengatakan, urusan kesepakatan harga jual saham Freeport merupakan kesepakatan antara Kementerian ESDM sebagai regulator sektor pertambangan, dan Freeport selaku badan usaha.

“Setelah adanya kesepakatan diantara kedua pihak itu tadi, Kementerian BUMN lantas melakukan negosiasi harga,” kata Aloysius.

Saat ini, Kementerian BUMN tengah mengkaji apakah akan menugaskan PT Inalum (Persero) saja untuk membeli divestasi Freeport, atau menugaskan Inalum dan PT Antam (Persero). "Kalau dari sisi kemudahan, Inalum saja, karena dia 100 persen. BUMN yang lain tinggal cemplungin (di bawah Inalum), sudah," pungkas Aloysius.
(pin)