POLITIK
Ilustrasi (harlam/dok)
14/1/2015 18:18:09
2289

Asik, DPRD Bandarlampung Kembali Plesiran

Harianlampung.com - Anggota DPRD Kota Bandarlampung kembali menghambur- hamburkan uang rakyat yang dikemas dengan kegiatan kunjungan kerja (kunker).

Agenda kunker itu akan melibatkan semua Komisi di DPRD. Namun, keberangkatannya bertahap yang diawali dari Komisi I, ke Jogjakarta.

Menurut sumber HarianLampung.com di Sekretariat DPRD Bandarlampung, Komisi I telah berangkat sejak Senin (12/1) lalu bersama Ketua DPRD Wiyadi, Sekretaris Dewan (Sekwan) Nettylia Syukri dan sejumlah pejabat strukturat di DPRD.

“Ibu sekwan sedang Dinas Luar (DL), kemungkinan hingga satu minggu mas,” ujar seorang staf di DPRD, Rabu (14/1).

Berdasarkan pantuan di Gedung DPRD, di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Telukbetung Utara, sekitar pukul 11.00 WIB, suasana ruang Komisi tampak sepi. Hampir tidak terlihat aktifitas para anggota dewan terhormat itu.  

Hal senada dikatakan seorang staf Komisi I DPRD. Menurutnya, para anggota berikut Ketua Komisi sedang berangkat kunker ke Jogjakarta.

“Lagi sepi mas, semua anggota lagi ke Jogja,” katanya, saat wartawan memasuki ruangan komisi.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua II DPRD Bandarlampung, Nandang Hendrawan membenarkan hal itu. Menurutnya, keberangkatan Komisi I ke Jogja guna melihat sistem pengelolaan perizinan di kota itu.

"Ya, mereka berangkat bersama Ketua DPRD, Sekwan  dan semua anggota Komisi I, sejak beberapa hari lalu," ungkapnya.

Sementara, kata Nandang, untuk jadwal komisi yang lain belum ditentukan. Menurutnya kunker dilakukan secara bergantian, agar tidak terjadi kekosongan di kantor DPRD.

"Kalau komisi yang lain saya belum tau kapan berangkatnya, tetapi pastinya habis komisi I, nanti dilanjutkan komisi yang lain selama seminggu. Misalnya komisi II akan ke Bali, karena akan mempelajari objek dan pengelolaan wisata," ucapnya.

Terkait dengan anggaran kunker, Nandang membeberkan sekali keberangkatan satu komisi bisa menghabiskan ratusan juta rupiah.

"Ya wajar lah, karena untuk penginapan, tiket pesawat dan akomodasi, tetapi untuk uang saku hanya sedikit," bebernya.

Nandang mengklaim, kunker bukan kegiatan sia-sia atau plesiran. Sebab, katanya, dengan adanya kunker bisa mencontoh sesuatu yang baik dari daerah yang dikunjungi.

Hal serupa disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung, Imam Santoso. Menurutnya, Komisi IV nanti juga akan melakukan kunker setelah Komisi II dan III selesai.

"Ya, tetapi akhir januari lah, kami akan mengunjungi kota yang memiliki keunggulan di bidang pendidikan," kata Imam, tanpa mau menyebutkan kota tujuannya.

Sementara, saat akan dikonfirmasi Sekwan DPRD Bandarlampung, Nettylia Sukri enggan menjawab panggilan telepon wartawan. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim tidak dijawab.

Terpisah, pengamat pemerintahan dari Universitas Lampung (Unila) Yusdianto sangat menyayangkan sikap pemborosan yang dilakukan oleh para anggota DPRD.

Terlebih, anggaran yang digunakan untuk sekali keberangkatan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Dia mengatakan, semangat ini tentu bertentangan dengan prinsip diterapkan pemerintah pusat soal efisiensi anggaran.

"Ya, saya menyayangkan sikap legislative yang memboroskan anggaran seperti itu," ujar Yusdianto, Rabu (14/1), kepada wartawan.

Dia menghimbau, agar anggota dewan bisa menerapkan sistem pembelajaran melalui website pemrintah melalui internet atau bisa juga dengan sistem kunker secara perwakilan.

"Kan bisa perwakilan saja, tidak harus semua yang berangkat. Jadi anggarannya lebih efisien,” katanya.

Diketahui, sejak dilantik pada Agustus 2014 lalu, Anggota DPRD Bandarlampung periode 2014-2019 setidaknya sudah empat kali melakukan kunjungan kerja.
(andi/mf/eh)