POLITIK
Fatikhatul Khoiriyah (bayu/harlam)
17/1/2015 11:56:24
2187

Bawaslu Lampung Gelar Fit and Proper Test 7 Panwaslu

Harianlampung.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kabupaten/kota tanggal 20-23 Januari 2015.

Tes yang akan berlangsung di kantor Bawaslu Lampung, Kelurahan Kota Sepang, Bandarlampung, ini untuk menentukan tiga anggota panwaslu yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah (Khoir) mengatakan, fit and proper test yang digelar nanti menentukan anggota panwaslu yang akan bertugas selama Pilkada di 7 kabupaten/kota di Lampung, yaitu Bandarlampung, Lampung Selatan, Kota Metro, Lampung Tengah, Waykanan, Pesawaran, dan Lampung Timur.

"Proses kali ini merupakan proses lanjutan setelah tahapan seleksi yang dilakukan panitia seleksi beberapa waktu lalu," kata Khoir kepada harianlampung.com, Sabtu (17/1).

Dijelaskan Khoir, masing-masing daerah memiliki enam calon anggota panwas. Nanti, keenam peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan dari tim seleksi dan anggota bawaslu.

Menurut Khoir, masing-masing peserta akan diberikan alokasi waktu dan pertanyaan yang sama, hanya saja dari variasi kalimat yang diajukan akan berbeda.

Materi yang diajukan juga tak berbeda. Mulai dari latar belakang aktivitas, motivasi menjadi pengawas, visi dan misi, serta seputar permasalahan pemilu.

Lebih jauh, kata Khoir, bawaslu juga mengajukan sejumlah pertanyaan terkait dengan kemampuan penguasaan terhadap materi peraturan perundang-undangan. "Ini penting, karena bagaimana mungkin seorang pengawas pemilu yang bertugas mengawasi peraturan perundang-undangan tak memahami, menguasai, dan memedomani hal-hal itu," tegas Khoir.

Ditambahkannya, pada uji kelayakan dan kepatutan ini, panitia seleksi akan mengejar pula kemampuan setiap peserta dengan persoalan kepemiluan, pengawasan, dan lingkup metoda, strategi, dan pendekatan pengawasan pemilu.

"Saat tes juga akan ditanya bagaimana kualitas penanganan pelanggaran, serta koordinasi dengan instansi penegak hukum mengatasi pelanggaran," tandasnya.
(bayu/mf)